Kabar BUMN - Berkat sosialisasi yang rutin dilakukan PT Kereta Cepat Indonesia China, potensi layangan yang tersangkut di jalur Kereta Cepat Whoosh kini menjadi menurun.
Sebelum gencar sosialisasi ke berbagai sekolah dan masyarakat, KCIC memantau sebanyak 14 titik lokasi yang memiliki tingginya aktivitas permainan layang-layang.
Dan pada akhir bulan Juni 2024 ini, jumlah lokasi yang dipantau menurun hingga 78% hanya menjadi 3 titik saja.
Dilansir Kabarbumn.com dari kcic.co.id, KCIC juga memantau jumlah layang-layang yang berada di radius 500 meter dari kiri dan kanan jalur Whoosh kini sudah berkurang.
Sebelumnya, terdapat rata-rata hingga 15 layang-layang tersangkut di setiap titik per harinya.
Kemudian sekarang jumlahnya berkurang menjadi 1 sampai 2 layangan saja di 3 titik tersebut.
Baca Juga: Persiapan Medical Check Up Tahap Akhir Seleksi Rekrutmen Bersama BUMN 2024, Nomor 1 Wajib!
Hal ini juga hanya terjadi di akhir pekan saja.
GM Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyebutkan bahwa pihaknya secara konsisten akan terus memastikan perjalanan Whoosh selalu aman dan nyaman bagi penumpang.
“Alhamdulillah kegiatan sosialisasi yang kami lakukan mendapat respons baik dan juga berdampak pada kelancaran operasional Whoosh.
"Semoga dukungan masyarakat ini bisa terus mengalir dan terjaga sehingga Whoosh bisa beroperasi tanpa adanya kendala di lapangan,” tutur Eva.
Meski sudah terjadi penurunan risiko gangguan layang-layang, ungkap Eva, KCIC akan terus melakukan pengawasan secara komprehensif.
Artikel Terkait
Kini Telah Hadir Layanan Contact Center KCIC via Telepon hingga WhatsApp, Beroperasi Mulai Pukul 05.30 WIB
KCIC Operasikan 48 Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Selama Bulan Mei 2024, Tarif Dinamis Mulai dari 150 Ribu
Libur Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, KCIC Sediakan 28 Ribu Kursi per Hari
DAMRI Hadirkan Layanan dari Stasiun Whoosh KCIC, Pemesanan Tiket Bisa Secara Online Maupun On the Spot
Perkuat Konektivitas Antarmoda, DAMRI Layani Rute Stasiun KCIC – Bandara Soekarno Hatta