Kabar BUMN - Untuk menyiapkan talenta unggul menghadapi tantangan industri infrastruktur dan memenuhi kebutuhan Proyek Strategis Nasional (PSN) serta Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), PT Hutama Karya (Persero) menjalin kemitraan strategis dengan universitas-universitas terkemuka di Indonesia.
Salah satu inisiatif utama adalah kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengembangkan kurikulum baru dengan konsentrasi dalam Infrastruktur dan Pembiayaan Proyek, sejalan dengan program beasiswa pendidikan lanjutan jenjang Strata 2 (S2).
Dimulainya kolaborasi strategis ini merupakan bagian dari Nota Kesepahaman yang telah terjalin antara Hutama Karya dan UGM.
Baca Juga: PDC Gelar Donor Darah, 91 Perwira Ambil Bagian untuk Kemanusiaan
Kerja sama ini yakni tentang Kerja Sama di Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat yang telah ditandatangani oleh Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto dan Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng pada 25 Juni 2020 lalu di Yogyakarta.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim mengatakan bahwa kolaborasi dengan UGM ini adalah inisiatif Hutama Karya setelah sebelumnya telah terlebih dahulu membuka dua gelombang Program MBA dengan UGM.
“Konsentrasi Infrastructure and Project Finance dirancang khusus dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan industri konstruksi dan infrastruktur di Indonesia saat ini."
Baca Juga: Pertamina Call Center 135 Raih Platinum dan Silver di TBCCI 2024: Pelanggan adalah Sahabat!
"Kolaborasi ini menjembatani kebutuhan Hutama Karya untuk menghasilkan talenta sesuai arah bisnis perusahaan kedepan yang tidak hanya memahami aspek teknis.
"Tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dan keuangan yang kuat dalam pengelolaan proyek infrastruktur, dengan kapasitas UGM sebagai lembaga pendidikan profesional dengan resource yang mumpuni,” ujar Adjib.
Lebih lanjut Adjib menyampaikan bahwa konsentrasi ini berada dibawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM dan akan mendalami fokus pembelajaran di bidang project finance modeling, public private partnership hingga risk management dalam proyek infrastruktur.
Baca Juga: Sukses Kelola Bisnis, PERURI Sabet 2 Penghargaan di Top GRC Award 2024
Adapun program ini memakan waktu 4 semester (2 tahun).
Tenaga pengajar dalam konsentrasi ini merupakan dosen-dosen FEB UGM yang telah memiliki sejumlah pengalaman komprehensif baik pengalaman praktik ataupun akademik di bidang infrastructure finance di Indonesia.
Artikel Terkait
Hutama Karya Bagi-bagi Merchandise di Jalan Tol dan Gelar Talkshow Safety Riding
Hutama Karya Kolaborasi dengan Influencer dan Komunitas Mobil untuk Kampanye SETUJU
Jokowi Resmikan Dua Jalan Tol Baru Garapan Hutama Karya Group, Katalisator Ekonomi dan Pariwisata di Sumatra Utara
Hutama Karya Amankan 2 Kontrak Baru: Pengembangan Sungai Wulan dan Konservasi Pantai Candidasa
Langkah Strategis, Hutama Karya dan UGM Kolaborasi Konsentrasi Infrastructure & Project Finance