Hutama Karya dan UGM Bangun Kemitraan Strategis dalam Konsentrasi Infrastruktur dan Pembiayaan Proyek

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 12 September 2024 | 21:30 WIB
Hutama Karya dan UGM menjalin kemitraan strategis untuk mengembangkan konsentrasi baru dalam Infrastruktur dan Pembiayaan Proyek. (Dok. Hutama Karya )
Hutama Karya dan UGM menjalin kemitraan strategis untuk mengembangkan konsentrasi baru dalam Infrastruktur dan Pembiayaan Proyek. (Dok. Hutama Karya )

Konsentrasi baru ini diikuti oleh 15 karyawan Hutama Karya yang telah melalui serangkaian tahap seleksi baik di perusahaan maupun secara akademik oleh UGM dan dibiayai penuh melalui program Karyasiswa Hutama Karya.

“Ini merupakan konsentrasi pertama di Indonesia dan saat ini hanya dibuka dalam kelas UGM & Hutama Karya."

"Seluruh peserta program ini adalah top talent perusahaan dengan prestasi kinerja yang sangat baik dan dipersiapkan menjadi pimpinan sejumlah proyek strategis Hutama Karya kedepannya,” imbuh Adjib.

Baca Juga: Mirip Cafe di Khaoi Yai, Gias’s Grange Lembang dengan Hamparan Bunga Cantik Kini Tengah Viral

Jika sukses, Hutama Karya berharap program ini dapat dilanjutkan kedepannya dengan jumlah mahasiswa yang lebih banyak dan jurusan lain yang potensial.

Sementara itu, mewakili UGM, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A. selaku Ketua Program Studi Magister Manajemen FEB UGM, Kampus Jakarta (MBAUGM) menyampaikan bahwa sebagai Program yang terakreditasi AACSB International dan Unggul, MBA UGM selalu merumuskan dan mengembangkan suatu konsentrasi sesuai kebutuhan industri dan bisnis di masa datang.

Dalam hal ini MBA UGM menyambut baik dan mengapresiasi inisiasi yang dilakukan oleh Hutama Karya yang sejalan dengan bertumbuhnya industri infrastruktur di Indonesia yang diharapkan mendukung pembangunan nasional menuju indonesia emas 2045.

Baca Juga: Kerajinan Songket Binaan Bukit Asam (PTBA) Gunakan Pewarna Alami, Jadi Produk Ramah Lingkungan

“Konsentrasi ini diharapkan sebagai wadah merajut keunggulan pengalaman praktik di bidang infrastruktur dengan kekuatan konseptual akademik melalui pembelajaran berbasis kasus (case-based learning).

"Sebagaimana konsentrasi eksisting seperti Railway Management, Entrepreneurship, Sustainability Management, Finance, Strategic Management, Operations Management, Human Resources and Organization, dan Marketing,” ujar Prof. Dr. Eduardus Tendelilin.

Sebagai informasi, hingga saat ini, Hutama Karya telah menjalin kerjasama strategis dengan sejumlah universitas terkemuka di Indonesia dan juga di Internasional dengan total 290 Karyasiswa telah dikirimkan untuk menempuh pendidikan lanjutan.

Baca Juga: PT Pindad dan Transjakarta Berkolaborasi Kembangkan Bus Listrik, Dukung Transportasi Ramah Lingkungan

Dalam kolaborasi tersebut, Hutama Karya mentargetkan karyasiswa program pendidikan lanjutan S2 pada jurusan yang relevan dengan kebutuhan strategis perusahaan, seperti Geoteknik, Manajemen Proyek, Manajemen Rekayasa Konstruksi, Supply Chain, Tunnel Engineering, dan Business Management dengan total investasi mencapai Rp 14 miliar per tahunnya, untuk tahun 2024.

“Program pendidikan lanjutan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi karyawan, tetapi juga menciptakan budaya belajar yang berkelanjutan dan dapat mencetak SDM yang siap bersaing dan mendukung pencapaian target perusahaan dalam PSN, termasuk penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS),” tutup Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini