Kabar BUMN - Perum Perhutani bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait pelestarian ulat sutra Galur Murni (ras Jepang-China) yang merupakan aset nasional.
Kerja sama ditandai penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan penyerahan 23 jenis Galur induk ulat sutra Bombyx mori L kepada Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN.
Penyerahan induk ulat sutra dari Pusat Pembibitan Ulat Sutra (PPUS) Candiroto Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara ini dilakukan di Ruang Rapat Lantai 2, Gedung Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, Bogor, pada Kamis (5/9/2024).
Baca Juga: Perhutani Terima Kunjungan Studi Banding Pengelolaan Tanaman Kopi
Kepala Departemen Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu Perhutani Imam Suyuti menyampaikan, PPUS Candiroto merupakan salah satu produsen bibit ulat sutra (telur ulat sutra) milik pemerintah di bawah naungan Perum Perhutani KPH Kedu Utara.
PPUS Candiroto terletak di Desa Bejen, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Km 37 Jurusan Temanggung-Weleri Jawa Tengah.
Imam menambahkan, tujuan didirikannya PPUS Candiroto untuk memperoleh bibit ulat yang memiliki sifat unggul sehingga dapat mencapai tingkatan swasembada bibit ulat sutra yang berkualitas dalam rangka menunjang pengembangan persuteraan alam nasional.
Dan tentunya dalam pemeliharaannya membutuhkan tenaga ahli yang secara eksisting melakukan pemeliharaan dan produksi pakan ulat (kebun murbei) dan pemeliharan siklus hidup 23 jenis bibit ulat (ulat, kokon, kupu, telur).
“Kami mewakili top manajemen Perhutani mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada BRIN, khususnya Pusat Riset Zoologi Terapan sehingga acara pada hari ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Kami juga berharap, tambah Imam, ke depannya kerja sama yang baik ini dapat berlanjut pada objek kegiatan lainnya tentunya melalui MoU dengan BRIN karena memiliki peneliti yang ahli di bidangnya maupun sarana prasarana teknologi yang modern.
Baca Juga: Perhutani KPH Pekalongan Barat Berikan Bantuan untuk Pembangunan Masjid di Desa Cikura
Sementara Kepala Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN Delicia Yunita Rahman memaparkan, BRIN berada di bawah perintah langsung bapak Presiden Republik Indonesia (RI) sedangkan di dalam struktur organisasi BRIN, Pusat Riset Zoologi Terapan berada di bawah Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan.
Delicia menerangkan, Pusat Riset Zoologi Terapan memiliki 8 kelompok riset yaitu Struktur dan Fungsi Morfologi Hewan, Formulasi dan Komposisi Pakan, Pola Makan dan Pakan pada Hewan.
Artikel Terkait
Percepat Swasembada Gula, Perhutani Gandeng PT PG Rajawali II untuk Budidaya dan Penyediaan Bahan Baku Tebu
Perhutani KPH Banyuwangi Barat Berikan Bantuan Perbaikan Jalan di Desa Gombengsari
Perhutani Jadi Benchmark FHCI dalam Pengelolaan Human Capital Information Technology
Erick Thohir Terus Perluas Pasar UMKM dengan Menambah Vending Machine Kelolaan Perum Perhutani
Perhutani Salurkan Bantuan TJSL untuk Sanitasi Layak Desa Pondokrejo dan Kaliombo di Kabupaten Rembang