Kemudian, Struktur dan Pengelolaan Populasi Hewan, Bioproses Pakan, Konservasi Plasma Nutfah, Monitoring Perilaku Hewan dan terakhir Fisiologi, Biokimia, dan Perilaku Hewan.
Baca Juga: Perhutani KPH Mantingan Salurkan Bantuan Sanitasi Layak di Rembang
Zoologi terapan, lanjut Delicia, merupakan penerapan ilmu dasar tentang hewan untuk mendapatkan solusi kehidupan sehari-hari dan sejak tahun 2023 terbentuklah 4 klaster riset mencakup aspek hewan dan aspek-aspek kesejahterannnya.
Untuk ulat sutra sendiri diharapkan tidak berhenti dengan adanya penyerahan galur ini saja, ke depan pihaknya berharap ada tindak lanjut dengan melibatkan universitas sebagai bagian dari pengembangan program.
“Kami juga menyambut baik adanya rencana MoU dengan Perhutani, harapannya di awal tahun 2025 kita bisa berkolaborasi pada bidang lainnya,” terangnya.***
Artikel Terkait
Percepat Swasembada Gula, Perhutani Gandeng PT PG Rajawali II untuk Budidaya dan Penyediaan Bahan Baku Tebu
Perhutani KPH Banyuwangi Barat Berikan Bantuan Perbaikan Jalan di Desa Gombengsari
Perhutani Jadi Benchmark FHCI dalam Pengelolaan Human Capital Information Technology
Erick Thohir Terus Perluas Pasar UMKM dengan Menambah Vending Machine Kelolaan Perum Perhutani
Perhutani Salurkan Bantuan TJSL untuk Sanitasi Layak Desa Pondokrejo dan Kaliombo di Kabupaten Rembang