Polytama menghasilkan bijih plastik jenis polipropelina sebanyak 300.000 ton Pertahun, 23.000-24.000 Metrik Ton (MT) perbulan atau 780-800 MT Per harinya.
Baca Juga: 2 UMKM Binaan Pertamina Raih Pasar Internasional di Pertamina Grand Prix of Indonesia
Produk Polytama juga telah memperoleh kualifikasi tanda sah capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan nilai 81,83%.
Dwinanto menambahkan, untuk mendukung kemandirian sektor petrokimia, Polytama akan meningkatkan kapasitas perusahaan hingga dua kali lipat pada 2027 atau menjadi 600.000 ton per tahun dari yang sebelumnya 300.000 ton per tahun melalui proyek Polypropylene plant Balongan.
"Rencana Tahun 2027 akan menjadi 600.000 metrik ton. Itu artinya nanti 2027, Polytama akan menjadi produsen polipropilena terbesar di Indonesia," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Amankah Menggunakan Ulang Botol Plastik Air Mineral?
Luncurkan Digital Carbon Tracking dan Kartu Plastik Daur Ulang, Bank Mandiri Komitmen Dukung Program NZE 2060
Pertamina EP Tarakan Field: Daur Ulang Sampah Plastik Bersama Siswa SMP dan SMA di Tarakan
Tunjukkan Komitmen pada Lingkungan, PGN dan KLHK Bersatu Melawan Sampah Plastik
Cegah Kerusakan Lingkungan, ASDP Berhasil Kumpulkan 1,3 Ton Sampah Plastik Lewat RVM PlasticPay