Secara total, dari 8 EBT – 7 di antaranya telah beroperasi secara optimal, PalmCo menghasilkan 5,3 MW energi listrik dan 64,7 juta kilo kalor energi pertahun.
Baca Juga: Kementerian BUMN Dorong Digitalisasi Berbasis IoT, Perkuat Hirilisasi PTPN IV PalmCo
Di sisi dekarbonisasi, atau upaya penekanan pelepasan karbon sebagai sumber gas rumah kaca, 7 fasilitas EBT PalmCo tersebut saat ini mampu menyerap hampir 150 ribu ton karbon pertahun.
Menurutnya, program pengembangan EBT yang merupakan komitmen PTPN Group dalam mendukung pemerintah RI menuju “net zero emission 2060” itu, menjadi bagian dari program circular economy yang nyata.
Untuk itu salah satu pendekatan yang kian masif dilaksanakan adalah melalui pembangunan pembangkit tenaga biogas yang memanfaatkan limbah cair.
Baca Juga: Komisi VI DPR RI Sebut Pembentukan PalmCo Perkuat Ekosistem Sawit Nasional
Hingga 2030 PalmCo merencanakan sejumlah pembangunan fasilitas EBT tambahan bekerja sama dengan banyak pihak baik dalam dan luar negeri.
Jatmiko mengungkapkan, hingga 2030 kita merencanakan 29 fasilitas EBT baru di pabrik sawit yang PalmCo miliki.
“Tidak terbatas pada pembangkit listrik, cofiring, atau Compressed Biomethane Gas yang saat ini sedang dikerjakan bersama reNikola Malaysia, kita juga mencoba menjajaki untuk membangun Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau renewable jet fuel yang dipergunakan pesawat terbang,” bebernya.***
Artikel Terkait
Terbaik! Bank Mandiri Borong 4 Penghargaan Platinum di The Best Contact Center Indonesia 2024
Selamat! AdMedika Menerima Penghargaan dari Charitas Group
Inovasi Digitalisasi Pertamina Raih Penghargaan di FORDIGI SUMMIT 2024
Bio Farma Raih Penghargaan "Cost Optimization" di Ajang Fordigi Summit 2024
Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Sabet 5 Penghargaan Good Mining Practice dari Kementerian ESDM
Selamat! The Sanur Terima Penghargaan Asian Impact Awards 2024