Staf Ahli Bidang Ekonomi Kemhan RI, Mayjen TNI Steverly C. Parengkuan, menyampaikan bahwa pembangunan kapal ini merupakan bagian dari program penguatan alutsista TNI AL untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Selain itu, proyek ini juga menjadi tonggak penting dalam membina kemampuan industri pertahanan dalam negeri agar semakin mandiri dan kompetitif secara global.
“Pembangunan kapal ini tidak hanya mendukung TNI AL, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keahlian dan kapasitas bangsa untuk membangun kapal perang sejenis di masa depan,” ujarnya.
Sebagai kapal tempur terbesar pertama yang sepenuhnya dirancang dan dibuat oleh putra-putri Indonesia, Fregat Merah Putih ke-2 menjadi simbol kebanggaan nasional.
Baca Juga: Prancis Yakin PT PAL Indonesia Mampu Bangun Kapal Selam Berteknologi Tinggi
Proyek ini menunjukkan kemampuan PT PAL Indonesia sebagai pionir industri pertahanan maritim yang mampu bersaing di kancah internasional.
Dengan terselenggaranya seremoni ini, PT PAL Indonesia semakin mengukuhkan perannya dalam mendukung terciptanya kekuatan pertahanan negara yang modern, mandiri, dan adaptif terhadap dinamika global.
Project Fregat Merah Putih bukan hanya sekadar pencapaian teknis, tetapi juga bukti komitmen bangsa dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia dengan teknologi terbaik.***
Artikel Terkait
CEO PT PAL Dorong Transformasi Digital dalam Industri Maritim di Hadapan Peserta PPRA LXVII Lemhannas
Solusi Energi Andal untuk Timur Indonesia: BMPP Nusantara II Karya PT PAL Resmi Hadir di Kolaka
BMPP Nusantara II: Pembangkit Listrik Apung Buatan PT PAL Indonesia Hadir di Kolaka
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Buatan PT PAL Sukses Jalankan Misi Kemanusiaan di Solomon Islands, Perkuat Diplomasi Indonesia di Pasifik
PT PAL Indonesia Gelar Pelatihan Analisis Beban Kerja, Komitmen Optimalkan Efisiensi Perusahaan