PLN EPI Dukung Transisi Energi, Cofiring Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan jadi Langkah Strategis

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 25 November 2024 | 11:00 WIB
Vice President Strategi Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, Anita Puspita Sari paparkan Cofiring Biomass Technology: Biomass Supply Chain & Feedstock Management di Electricity Connect 2024. (DOK. PLN EPI)
Vice President Strategi Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, Anita Puspita Sari paparkan Cofiring Biomass Technology: Biomass Supply Chain & Feedstock Management di Electricity Connect 2024. (DOK. PLN EPI)

Sementara di Aceh, pemanfaatan sekam padi menyerap 24 tenaga kerja dengan kapasitas 300 ton per bulan.

Baca Juga: Lewat Program Biomassa, PLN EPI Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Warga Tasikmalaya

"Program ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Dengan memanfaatkan limbah, kita menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lokal sekaligus mendukung transisi energi hijau," jelas Anita.

Sebagai bagian dari transformasi hijau, PLN Grup tidak akan menandatangani kontrak baru untuk PLTU, melainkan memaksimalkan aset PLTU yang ada melalui cofiring biomassa.

Dengan pendekatan ini, PLN dapat mengurangi biaya emisi hingga 18,5 juta ton CO2 menjadikannya solusi energi terbarukan yang cepat, murah, dan berdampak luas.

Baca Juga: Transisi Energi Hijau: PLN EPI Pacu Pemanfaatan Biomassa di Bawah Kepemimpinan Erick Thohir

PLN EPI menegaskan bahwa pemanfaatan biomassa, baik dari limbah maupun tanaman energi, merupakan langkah strategis untuk mendukung target NZE 2060 serta meningkatkan kemandirian energi nasional.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini