Kabar BUMN - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menandatangani Joint Development Agreement (JDA) dengan Papua Bersama Konsorsium untuk proyek gasifikasi Papua Utara.
Penandatanganan JDA merupakan langkah lanjut dalam proyek gasifikasi untuk memperkuat rantai pasok gas melalui pembangunan infrastruktur midstream LNG untuk pembangkit listrik di wilayah Papua Utara yang sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menyampaikan, kerja sama strategis ini merupakan langkah penting untuk memastikan pasokan energi yang lebih bersih, berkelanjutan dan berorientasi dalam negeri di Papua Utara.
Iwan mengungkapkan, proyek ini tidak hanya membangun infrastruktur gas, tetapi juga membangun sinergi kuat antara berbagai pihak untuk menjamin keamanan pasokan energi di Indonesia Timur.
“Dengan ditandatanganinya JDA hari ini, kami yakin langkah selanjutnya seperti desain, pendanaan, dan konstruksi akan berjalan lebih cepat,” ujar Iwan.
Sebagai penyedia utama energi primer untuk pembangkit listrik PLN, PLN EPI berkomitmen untuk menjaga rantai pasok energi yang andal dan efisien serta mendukung transisi energi nasional.
Baca Juga: PLN EPI Dukung Transisi Energi, Cofiring Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan jadi Langkah Strategis
Dengan mengutamakan gas sebagai sumber energi yang lebih bersih pengganti BBM, PLN EPI memperkuat posisinya sebagai katalis dalam upaya menuju Net Zero Emissions pada tahun 2060.
Proyek gasifikasi Papua Utara akan mendukung operasional tujuh pembangkit listrik utama dengan total kapasitas 168 MW.
Proyek ini juga membutuhkan rata-rata pasokan gas sebesar 20,83 BBTUD selama 20 tahun ke depan.
Baca Juga: PLN EPI Dorong Pengelolaan Sampah Organik Dapur Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat di Gunungkidul
Dari kerja sama ini, infrastruktur utama yang akan dibangun adalah 2 Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Jayapura dan Biak, serta 2 Onshore Storage Facility di Manokwari dan Nabire.
Tujuh pembangkit yang akan menerima pasokan gas antara lain PLTMG Manokwari 2 (20 MW), MPP Nabire (23 MW), PLTMG Nabire 2 (10 MW), MPP Jayapura (50 MW), PLTMG Jayapura Peaker (40 MW), PLTMG Biak (15 MW), PLTMG Biak 2 (10 MW).
Artikel Terkait
PLN Tuntaskan Pembangunan SUTT 150 kV Lubuk Linggau-Tebing Tinggi, Kelistrikan Sumsel Makin Mantap
Produknya Laris Manis, UMKM Binaan PLN Panen Omzet Ratusan Persen di Electricity Connect 2024
PLN Dorong Kepemimpinan Perempuan untuk Wujudkan Kesetaraan Gender dan ESG
PLN Resmikan Hub UMK Jakarta Raya, Dukung Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
PLN Siap Dukung Program 3 Juta Rumah, Pastikan Kesiapan Pasokan Listrik di Berbagai Daerah
PLN Mobile EVenture 2024: Kampanye Kendaraan Listrik dari Jakarta ke Bali