Tiket-tiket tersebut secara otomatis akan muncul kembali di sistem penjualan.
Baca Juga: Tutorial Beli Tiket Kereta Api Melalui Access by KAI untuk Periode Mudik Lebaran 2025
2. Lakukan Pengecekan Tiket secara Periodik
KAI telah menyediakan layanan pembatalan dan perubahan jadwal.
Jika ada pelanggan yang membatalkan atau mengubah jadwal perjalanannya, maka tiketnya akan langsung muncul di sistem penjualan.
Tiket tersebut bisa dibeli kembali oleh masyarakat melalui seluruh kanal penjualan KAI.
Jadi, sering-seringlah melakukan pengecekan tiket secara berkala.
Baca Juga: Awal 2025, KAI Services Sudah Serap Ribuan Pekerja untuk Mendukung Layanan Operasional Kereta
3. Tentukan Tanggal Alternatif
Penjualan tiket kereta api Lebaran 2025 dimulai dari H-10 (21 Maret 2025) sampai H+10 (11 April 2025), dengan total 22 hari.
Cobalah menyesuaikan jadwal mudik dan balik di luar tanggal-tanggal favorit, di mana ketersediaan tiket masih cukup.
Baca Juga: KAI Gencar Menutup Perlintasan Sebidang Demi Keselamatan, 8 Titik Ditutup pada Januari 2025
4. Gunakan Rute Alternatif
Apabila tiket kereta api dengan rute yang diinginkan telah habis, Anda bisa menggunakan kereta dengan jalur persambungan.
Misalnya, tiket rute Jakarta-Surabaya sudah habis, maka Anda bisa memesan tiket kereta api dari Jakarta-Semarang terlebih dahulu baru kemudian melanjutkan dari Semarang-Surabaya.
Artikel Terkait
Awal 2025, KAI Services Sudah Serap Ribuan Pekerja untuk Mendukung Layanan Operasional Kereta
Pastikan Keselamatan Operasional dan Kenyamanan Pengguna, KAI Commuter Lakukan Uji Dinamis KRL Baru
Tutorial Beli Tiket Kereta Api Melalui Access by KAI untuk Periode Mudik Lebaran 2025
Simak! Jadwal Lengkap KAI Bandara Soetta-Manggarai untuk Bulan Februari 2025
Ekspansi Bisnis, KAI Services Menyediakan Layanan Pencucian Armada Bus Perum Damri