Pernikahan dini sering kali menghambat pendidikan, membatasi akses kesehatan, dan meningkatkan risiko kemiskinan.
Anak yang menikah di usia dini umumnya belum siap secara fisik, mental, dan emosional untuk menghadapi tanggung jawab pernikahan, sehingga berpotensi menghambat pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Melalui kegiatan ini, Pupuk Kaltim juga mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan bagi generasi muda agar dapat tumbuh, berkembang, dan meraih cita-cita sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Baca Juga: Mudik dengan Transportasi Umum atau Kendaraan Pribadi: Mana yang Lebih Baik?
Dari sisi Pemerintah Kota Bontang, Miftahul Fattah dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) menyampaikan apresiasi atas inisiatif PIKA PKT dan Pupuk Kaltim dalam membantu masyarakat melalui kegiatan sosial dan edukasi.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, baik melalui pemberian edukasi maupun bantuan langsung di lapangan.
Lebih lanjut, Miftahul Fattah berharap Pupuk Kaltim dapat terus berkolaborasi dengan Pemkot Bontang dalam mendukung program kesejahteraan masyarakat.
Ia menyoroti masih adanya 42 Kepala Keluarga (KK) yang tergolong dalam kategori kemiskinan ekstrem dan membutuhkan perhatian lebih.
"Pupuk Kaltim kami harap bisa turut mendukung langkah Pemkot Bontang dalam menyikapi persoalan kemiskinan ekstrem ini, agar bisa dituntaskan melalui sinergi yang terjalin," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Program Agrosolution Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Padi di Bone Bolango
Pupuk Kaltim Sabet 11 Penghargaan IGA 2025, Bukti Konsistensi dalam Keberlanjutan
Pupuk Kaltim Apresiasi Kios dan Petani Lewat Program Gebyar NPK Pelangi 2024
Pembangunan Pabrik Soda Ash Dipercepat, Pupuk Kaltim Pastikan Rekrutmen Sesuai Aturan
Pupuk Kaltim Perkuat Distribusi di Sumatera untuk Dukung Ketahanan Pangan