Di samping itu, KAI menyiapkan strategi manajemen krisis bernama AMUS (Alat, Material, Untuk Siaga).
Strategi tersebut selain menyiagakan tim personel lapangan khusus, juga menyediakan alat dan material yang ditempatkan tersebar di sepanjang jalur kereta api. Hal ini bertujuan jika dalam keadaan darurat, perbaikan dapat segera dilakukan.
“Periode Angkutan Lebaran merupakan momentum di mana seluruh Insan KAI akan memberikan kinerja terbaik. Hal tersebut kami upayakan agar kereta api tetap menjadi pilihan favorit masyarakat untuk bertransportasi,” tutup Didiek.***
Artikel Terkait
BUMN dan Kemenhub Rancang Strategi Terpadu Pemerintah untuk Kelancaran Angkutan Lebaran 2025
KM Dobonsolo Jalani Docking, Persiapan Menyambut Angkutan Lebaran 2025
KAI Services Buka Perekrutan 532 Prama-prami untuk Perkuat Angkutan Lebaran 2025
Jelang Ramadan, ASDP dan Polri Matangkan Persiapan Angkutan Lebaran 2025 di Pelabuhan Merak
10 Ribu Tiket Angkutan Lebaran 2025 Ludes Terjual, DAMRI Siapkan Layanan Terbaik Bagi Pemudik