Produk Abon Tuna Binaan Pupuk Kaltim Resmi Diekspor ke Filipina

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 2 Maret 2025 | 17:45 WIB
Produk abon tuna dari UMKM binaan Pupuk Kaltim, Abon Jaya Mandiri, sukses ekspor perdana ke Filipina. Langkah ini jadi bukti UMKM lokal bisa bersaing di pasar global. (Dok. Pupuk Kaltim)
Produk abon tuna dari UMKM binaan Pupuk Kaltim, Abon Jaya Mandiri, sukses ekspor perdana ke Filipina. Langkah ini jadi bukti UMKM lokal bisa bersaing di pasar global. (Dok. Pupuk Kaltim)

Kesuksesan ekspor ini juga didukung oleh program penjajakan pasar yang difasilitasi Pupuk Kaltim bagi UMKM binaannya.

Baca Juga: Wajib Ikutan! Undi-Undi Hepi Telkomsel Spesial Ramadan 2025 Hadir dengan Berbagai Hadiah Fantastis

Salah satu programnya adalah Bootcamp and Business Matching yang diadakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM pada September 2024.

Acara ini mempertemukan pelaku UMKM dengan buyer potensial dari berbagai negara seperti Arab Saudi, Singapura, Malaysia, Thailand, Jerman, Afrika Selatan, dan Filipina.

Hasilnya, Abon Jaya Mandiri berhasil menarik perhatian buyer Filipina hingga akhirnya mengamankan ekspor perdana ini.

Baca Juga: Lowongan Magang BUMN di PT Len Industri! Daftar Sekarang untuk Posisi Project Deployment Center Support

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo, mengapresiasi pencapaian ini dan berharap ekspor Abon Jaya Mandiri bisa menjadi inspirasi bagi UMKM lokal lainnya.

“Kami berharap keberhasilan ini bisa memotivasi UMKM binaan lainnya untuk terus berkembang dan memperluas pasar ekspor," ujar Soesilo.

Pupuk Kaltim juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM dengan menyediakan pelatihan, pendampingan, dan fasilitas pemasaran yang lebih luas.

Baca Juga: ELOC BESTARI, Inovasi Sosial yang Membawa PGE Area Ulubelu Raih PROPER Emas

Langkah ini selaras dengan visi perusahaan dalam memberdayakan ekonomi masyarakat dan menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza mengungkapkan bahwa ekspor ini merupakan bagian dari aktualisasi program Capacity Building 2024 melalui platform KAMPUS UKM.

Program ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem bisnis UMKM agar terhubung dengan rantai pasok global.

Baca Juga: 7 Tempat di Bandung yang Recomended untuk Ngabuburit

Produk yang diekspor kali ini mencakup makanan, fesyen, hingga kerajinan tangan, dengan dukungan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini