Dampingi Presiden, PT PAL Indonesia Dorong Kolaborasi Maritim Strategis dalam Forum Turkiye-Indonesia

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 15 April 2025 | 10:30 WIB
PT PAL Indonesia Dorong Kolaborasi Maritim Strategis dalam Forum Turkiye-Indonesia (Dok. PT Pal Indonesia)
PT PAL Indonesia Dorong Kolaborasi Maritim Strategis dalam Forum Turkiye-Indonesia (Dok. PT Pal Indonesia)

Kabar BUMN - CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, tampil mewakili industri maritim nasional dalam forum bergengsi Turkiye – Indonesia Roundtable Meeting yang diselenggarakan di Ankara, Turkiye pada Kamis (10/4).

Kehadirannya merupakan bagian dari delegasi resmi yang mendampingi Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam kunjungan kenegaraan ke Turkiye.

Forum ini menjadi wadah penting bagi Kaharuddin untuk menyuarakan peluang kerja sama strategis antara kedua negara di sektor pertahanan dan maritim.

Baca Juga: Magang PKL Akuntansi di PT TASPEN (Persero), Siap Tambah Wawasanmu di Dunia Keuangan

Dalam forum yang dihadiri pelaku industri dan pemangku kebijakan dari kedua negara ini, Kaharuddin menjelaskan arah pembangunan Indonesia yang kini fokus pada tiga aspek utama, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan wilayah.

“Ini membuka peluang besar bagi kerja sama industri pertahanan dan maritim antara Indonesia dan Turkiye,” tegas Kaharuddin. Ia hadir di forum tersebut atas undangan resmi dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Kaharuddin juga memaparkan kebutuhan konkret Indonesia dalam mendukung tiga fokus tersebut.

Baca Juga: Awali Karier di BUMN dengan Daftar Magang ke Jasindo, Sedang Dibuka Posisi Administrasi untuk Mahasiswa D3

Untuk sektor ketahanan pangan, Indonesia memerlukan lebih dari 100 kapal angkut curah dan kontainer dalam 10 tahun ke depan, guna mendukung distribusi hasil pertanian.

Sedangkan pada sektor energi, dibutuhkan hampir 200 kapal tanker untuk mendukung ketahanan pasokan energi nasional.

Di sisi pertahanan, Kaharuddin menyebut bahwa Indonesia akan membutuhkan lebih dari seratus kapal perang, termasuk kapal frigate hingga kapal selam nirawak.

Baca Juga: Sering Merasa Cepat Lelah? Ini Penyebab Umum dan Cara Mengatasinya

Menurutnya, upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut tidak dapat dilakukan secara mandiri.

“Peluang ini tidak dapat kami jalankan sendiri. Indonesia membutuhkan kolaborasi global, termasuk dengan perusahaan-perusahaan Turkiye,” tandasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini