Forum Bisnis Rusia-Indonesia 2025: Bio Farma Unjuk Inovasi Global

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 20 April 2025 | 12:00 WIB
Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati pada sesi pemaparan di kegiatan Russia-Indonesia Business Forum. (biofarma.co.id)
Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati pada sesi pemaparan di kegiatan Russia-Indonesia Business Forum. (biofarma.co.id)

Lebih lanjut, ia memaparkan upaya Bio Farma memperluas jaringan pasar dengan menggandeng lembaga riset di St. Petersburg serta mengekspor vaksin ke negara-negara anggota EAEU.

Baca Juga: Tips Jitu Biar Koper Kamu Muat Banyak Tanpa Tambah Bagasi Pesawat

“Dalam beberapa waktu lalu, Bio Farma telah banyak menjalin hubungan dengan negara zona EAEU, diantaranya bekerjasama dengan lembaga riset di St. Petersburg, Rusia dan juga melakukan ekspor vaksin ke beberapa negara anggota EAEU melalui lembaga UNICEF maupun secara bilateral,” ujarnya.

Bio Farma juga berperan aktif dalam penguatan kesehatan global melalui dukungannya terhadap program GAVI.

“Selain menciptakan kemandirian vaksin di dalam negeri. Saat ini, Bio Farma tengah aktif dalam meningkatkan taraf kesehatan global. Bio Farma mendukung program dari GAVI untuk menciptakan kemandirian vaksin di Kawasan Afrika."

Baca Juga: GDPS Buka Peluang Kerja di Bandara Soekarno Hatta, Sebagai Gardener

"GAVI memiliki target pada tahun 2040, Benua Afrika telah memiliki industri vaksin secara mandiri yang tersebar di berbagai negara Afrika."

"Bio Farma memiliki peranan penting dalam mendorong kemandirian tersebut dengan program capacity building serta transfer teknologi,” jelas Yuliana.

Dengan keunggulan di bidang riset, pengembangan produk farmasi dan biologis, serta pengalaman dalam skema transfer teknologi, Bio Farma melihat peluang besar dalam membangun kolaborasi jangka panjang dengan mitra di kawasan Eurasia.

Baca Juga: Cek Harga Tiket Masuk Drini Park April 2025, Sekaligus Jam Operasionalnya

Kemitraan ini diharapkan bisa menjadi jembatan menuju transformasi dari hubungan perdagangan konvensional menuju kerja sama berkelanjutan bernilai tambah. ***

 

Add as a preferred source on Google
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler