"Saat ini SPBH Senayan memiliki Hydrogen Refueller dengan spesifikasi Charging Pressure (CP) 350 bar dengan kecepatan pengisian kurang dari 5 menit, kedepan kita akan menambahkan spesifikasinya hingga 700 bar dengan kecepatan pengisian kurang dari 3 menit," jelas Buyung.
Baca Juga: PLN Indonesia Power Resmi Operasikan PLTA Jatigede, Dorong Swasembada Energi Nasional
Pembangunan HRS Senayan menjadi bagian dari strategi besar PT PLN (Persero) dan subholding-nya dalam mencapai target net zero emission serta mendorong percepatan transisi energi di sektor transportasi nasional.
Sebagai bentuk kesiapan dari sisi hulu, sejak 2023 PLN telah mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) di 22 lokasi, di mana 13 di antaranya dimiliki oleh PLN Indonesia Power.
Adapun GHP milik PLN Indonesia Power tersebar di berbagai pembangkit, yakni PLTU Pangkalan Susu, PLTU Suralaya 1-7, PLTU Suralaya 8, PLTGU Cilegon, PLTU Labuan, PLTU Lontar, PLTGU Tanjung Priok, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTGU Tambak Lorok, PLTG Pemaron, PLTGU Grati, PLTU Adipala, dan PLTP Kamojang.
Baca Juga: Tasyakuran HUT ke-29, PLN Indonesia Power UBH Gelar Khitanan Massal
Dengan pengoperasian 13 unit GHP tersebut, PLN Indonesia Power mampu menghasilkan 80 ton green hydrogen per tahun, menyumbang sekitar 40% dari total produksi GHP PLN.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 ton digunakan untuk kebutuhan operasional pembangkit, seperti pendingin generator, sementara 48 ton sisanya siap dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan lainnya.***
Artikel Terkait
PLN Indonesia Power Resmi Operasikan PLTA Jatigede, Dorong Swasembada Energi Nasional
Berkat Cofiring Biomassa, PLN Indonesia Power Sukses Kurangi Emisi Karbon 921.119 Ton CO₂ Sepanjang 2024
PLN Indonesia Power Percepat Transisi Energi dengan Proyek Hijaunesia dan Hydronesia
Berbagi Kebahagiaan Ramadan, PLN Indonesia Power Salurkan Bantuan Rp2,8 Miliar
PLN Indonesia Power Andalkan Sistem Digital REOC untuk Pastikan Pasokan Listrik Aman Saat Lebaran