Pupuk Indonesia Pastikan Ketersediaan Pupuk Bersubsidi di Manggarai Barat Aman, Petani Tanjung Boleng Dapat Kemudahan Akses

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 12 Mei 2025 | 12:30 WIB
Dirut Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, memastikan ketersediaan pupuk di NTT dalam kunjungan kerjanya ke Manggarai Barat pada Jumat (2/5). (pupuk-indonesia.com)
Dirut Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, memastikan ketersediaan pupuk di NTT dalam kunjungan kerjanya ke Manggarai Barat pada Jumat (2/5). (pupuk-indonesia.com)

"Maka dari itu, kami mengajak kepada seluruh petani terdaftar untuk menebus pupuk bersubsidi untuk mendukung musim tanam,” tambahnya.

Baca Juga: Magang di PT Pupuk Indonesia Dapat Sertifikat dari Kementerian BUMN, Daftar Sekarang Melalui Link Berikut

Dalam kunjungannya ke Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Rahmad juga memberikan solusi nyata atas keluhan petani yang kesulitan menebus pupuk karena kendala jarak dan infrastruktur.

Ia mengumumkan bahwa untuk sementara, layanan penebusan pupuk dapat dilakukan di Labuan Bajo agar lebih mudah diakses oleh petani Tanjung Boleng.

“Sekarang bisa kita alihkan sementara di Labuan Bajo, setelah nanti September kita sampaikan pupuk di gudang desa (Tanjung Boleng) yang sekarang sedang disiapkan.

Baca Juga: Program Magang PT Pupuk Indonesia Niaga Masih Dibuka, Daftar Sekarang Sebelum Terlambat, Durasi 3 Bulan!

"Saya ingin Tanjung Boleng menjadi contoh bagaimana melayani petani di desa ujung dengan tepat.

"Saya dapat mandat langsung, dimanapun petani maka harus melayani dengan baik,” ujarnya.

Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Pupuk Indonesia telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung di wilayah NTT, termasuk Manggarai Barat.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Ikut Sukseskan Mudik Bersama BUMN 2025, Ribuan Pemudik Terlayani

Fasilitas tersebut terdiri dari 15 petugas lapangan, 24 gudang penyangga, 10 distributor, dan 405 kios atau pengecer.

Rahmad juga mengapresiasi langkah pemerintah yang telah menyederhanakan regulasi serta mempercepat proses penebusan pupuk.

Mulai tahun 2025, pupuk bersubsidi dapat ditebus sejak 1 Januari sehingga distribusinya bisa lebih optimal untuk meningkatkan hasil pertanian.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Hadirkan Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Tanjung Perak, Dilengkapi dengan Berbagai Fasilitas

Adapun hingga April 2025, penyerapan pupuk bersubsidi di NTT telah mencapai 28.895 ton atau 20 persen dari total alokasi tahun 2025 sebesar 145.438 ton.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: pupuk-indonesia.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini