Lebih lanjut, Dwi Satriyo menjelaskan bahwa program ini memiliki peran strategis dalam mewujudkan target swasembada gula nasional.
Baca Juga: Magang Seru di BUMN! Kesempatan Emas di PT Biro Klasifikasi Indonesia untuk Mahasiswa K3
“Program ini selaras dengan amanah yang diberikan kepada Petrokimia Gresik untuk mewujudkan swasembada pangan, termasuk untuk komoditas perkebunan seperti tebu,” ungkapnya.
Melalui kerja sama lintas BUMN dan kolaborasi dengan pelaku industri serta generasi muda, program ini diyakini dapat menjadi model pembangunan pertanian yang lebih inklusif dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi BUMN dalam menjawab tantangan sektor pertanian, terutama dalam hal regenerasi petani dan peningkatan produktivitas komoditas strategis nasional,” tambah Dwi Satriyo.
Baca Juga: Jasa Marga Raih Penghargaan Pelestarian Kebudayaan Lewat Program Pembinaan dan Pemberdayaan UMKM
Perlu diketahui bahwa kolaborasi Petrokimia Gresik dengan SGN dalam sektor tebu bukanlah hal baru.
Sejak tahun 2021, keduanya telah bekerja sama dalam program Makmur, yaitu sebuah ekosistem pertanian yang mencakup proses dari hulu hingga hilir.
Program Makmur telah berhasil diterapkan di puluhan ribu hektare lahan pertanian, dan menjadi salah satu bentuk nyata sinergi yang produktif. ***
Artikel Terkait
Optimalisasi Proses, Inovasi, dan Keberlanjutan, Kinerja Petrokimia Gresik Lampaui Target Produksi 2024
Petrokimia Gresik dan Kodikmar TNI AL Kolaborasi Tingkatkan SDM Lewat Program LEAP
Petrokimia Gresik Pastikan Ketersediaan Pupuk Bersubsidi untuk Dukung Asta Cita Prabowo-Gibran
Peluang Masuk Final Four PLN Mobile Proliga 2025 Terbuka Lebar, Jakarta Electric PLN Menang Dramatis Lawan Gresik Petrokimia
Petrokimia Gresik Gasak Penghargaan Tertinggi di PRIA 2025, Buah Strategi Komunikasi Efektif!