Pupuk Indonesia Pastikan Ketersediaan dan Keterjangkauan Pupuk Bersubsidi Demi Wujudkan Swasembada Pangan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 9 Juni 2025 | 12:30 WIB
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi. (pupuk-indonesia.com)
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi. (pupuk-indonesia.com)

Kabar BUMN - Pupuk memiliki peran vital dalam mendongkrak produktivitas sektor pertanian, dengan kontribusi mencapai 62 persen.

Melihat besarnya peran tersebut, PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai pelaksana kebijakan pupuk bersubsidi berkomitmen penuh untuk menjamin availability (ketersediaan) dan affordability (keterjangkauan) harga pupuk.

Hal ini sejalan dengan misi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Asta Cita untuk mencapai swasembada pangan nasional.

Baca Juga: PT Pupuk Indonesia Niaga Buka Lowongan Magang BUMN Sebagai Staf SDM & Umum, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini memiliki kapasitas produksi hingga 14,5 juta ton pupuk per tahun.

Sementara alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah untuk tahun 2025 ditetapkan sebesar 9,55 juta ton.

“Kalau ngomong availability kita aman, kita hingga bulan Mei 2025 sudah menyalurkan lebih dari 3 juta ton, dari alokasi 9,5 juta ton.

Baca Juga: Pupuk Indonesia dan Kementan Kelola Lahan Rampasan Kejaksaan untuk Dukung Swasembada Pangan

"Kita juga masih mempunyai stok pupuk sebanyak 2 juta ton.

"Rinciannya 1,4 juta ton pupuk bersubsidi dan 600 ribu ton adalah pupuk nonsubsidi,” ujar Rahmad dalam kegiatan Rembuk Tani yang berlangsung di Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (1/6/2025).

Rahmad juga menjelaskan bahwa stok pupuk bersubsidi saat ini telah tersebar merata di 27.000 kios resmi di seluruh Indonesia dan sudah bisa ditebus oleh para petani yang berhak, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: BUMN Pupuk Indonesia Buka Lowongan Magang Bidang Tata Kelola & Kepatuhan, Cek Syarat dan Link Daftarnya!

Untuk memastikan distribusi berjalan maksimal, Pupuk Indonesia memanfaatkan teknologi digital, salah satunya melalui aplikasi i-Pubers.

Dengan digitalisasi ini, petani dapat mengetahui alokasi pupuk bersubsidi milik mereka, jumlah yang telah ditebus, serta sisa kuota yang masih tersedia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: pupuk-indonesia.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini