Pada sesi I mengangkat tema mengenai Sertifikasi TKDN sedangkan pada sesi II para peserta dibekali pengetahuan tentang Dukungan Permodalan bagi UMKM.
Tema ini cukup relevan dengan concern pemerintah yang saat ini tengah menekankan dan mendorong seluruh pihak untuk mengoptimalkan penggunaan produk-produk dalam negeri atau produk lokal yang pada akhirnya diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi negara.
Dan untuk mendukung kapasitas produksi maupun usaha UMKM, tentu diperlukan permodalan dan pengelolaan keuangan UMKM secara baik.
“Dengan dimilikinya sertifikat TKDN dalam produk-produk UMKM akan meningkatkan daya saing produk dan memberi potensi yang lebih luas untuk dibeli dan digunakan oleh berbagai potensial buyer. Insight terkait permodalan bagi UMKM harus dikelola secara bijak agar memberikan hasil yang optimal melalui perencanan keuangan yang baik “, ungkap Ketua Bidang Pendanaan Dekranas, Liza Thohir, dalam sambutannya.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Kenalkan Kain Nusantara Di KTT ASEAN 2023
Selain pelatihan TKDN, pelaku UMKM diberikan pelatihan oleh Perencana Keuangan, Prita Ghozie, serta dilengkapi dengan sharing kisah inspiratif dari pelaku UMKM Mitra Binaan PT Surveyor Indonesia yang telah sukses memproduksi Green Composite Helmet, Andika Kristinawati, serta Christian Sugiono yang juga membagikan pengalamannya dalam membangun usaha.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Surveyor Indonesia, Rosmanidar Zulkifli mengatakan, kolaborasi pelaksanaan pelatihan ini merupakan bentuk konkret komitmen Kementerian BUMN dan BUMN dalam mendukung tumbuh kembangnya UMKM di Indonesia.
“Dengan diperolehnya sertifikasi TKDN oleh UMKM, produk akan tercantum dalam di Web P3DN sehingga membantu meningkatkan pemasaran produk dan diutamakan pada proses pengadaan pemerintah dan BUMN. Selain itu, jika produk mempunyai TKDN+BMP (Bobot Manfaat Perusahaan) =40%, maka produk tersebut wajib digunakan pemerintah,” ujar Rosmanidar.
Disamping memberikan ragam pelatihan, bentuk dukungan BUMN dalam mendorong UMKM naik kelas lainnya adalah terkait dengan aspek permodalan, pelibatan UMKM dalam rantai pasok BUMN, serta menyediakan perluasan akses pasar UMKM baik secara offline maupun online.***
Artikel Terkait
Jangan Panik Belum Terima Email Verifikasi Rekrutmen Bersama BUMN 2023, Ikuti Langkah Ini
Nama Sekolah Tak Terdaftar Rekrutmen Bersama BUMN 2023? Begini Cara Mengatasinya
Info Lowongan Kerja BUMN untuk Lulusan SMA/SMK, Perhutani Buka 2 Posisi
Rekrutmen Bersama BUMN 2023 Cari Lulusan Kedokteran, Simak Kriteria dan Persyaratannya
Patuh Setorkan PBBKB, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Setor 1,4 Triliun ke Pemprov Sumatra Selatan