Sehatkan Generasi Bangsa, Bio Farma Berkomitmen Eradiksi dan Eliminasi Penyakit dengan Imunisasi

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 12 Mei 2023 | 13:05 WIB
Ilustrasi.  Bio Farma telah memproduksi berbagai jenis vaksin dengan kapasitas produksi hingga 3 miliar dosis. (Dok. Bio Farma)
Ilustrasi. Bio Farma telah memproduksi berbagai jenis vaksin dengan kapasitas produksi hingga 3 miliar dosis. (Dok. Bio Farma)

Kabar BUMN - Puncak peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2023 diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kembali kesadaran dan tindakan kolektif dalam peningkatan cakupan imunisasi untuk agenda eradikasi dan eliminasi Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin mengatakan, saat ini pemerintah terus menggenjot cakupan imunisasi di seluruh pelosok Indonesia. Cakupan imunisasi rutin lengkap nasional perlahan kembali meningkat pasca pandemi COVID-19. Kini sekitar 94,9% anak-anak Indonesia telah diimunisasi.

”Masih ada sekitar 5% atau 240.000 anak-anak Indonesia yang belum mendapatkan perlindungan tambahan dari imunisasi dasar lengkap. Artinya, mereka masih berisiko tinggi terkena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I),” papar Menkes Budi.

Baca Juga: Jasa Marga Catat Peningkatan Pendapatan Tol Sebesar 21,7% Selama Periode Arus Mudik dan Balik Lebaran 2023

Menkes Budi menambahkan, 5% itu masih banyak, kalau kita turun sampai targetnya WHO yakni 99% artinya masih ada 1% atau 48.000 anak yang berisiko tinggi, kalau 99,9% masih ada 4800 anak.

Menteri Kesehatan menilai, percepatan imunisasi perlu dilakukan terutama di daerah terluar serta di daerah-daerah yang cakupan imunisasinya masih rendah.

Direktur Utama Holding BUMN Farmasi, Honesti Basyir menyampaikan, masyarakat perlu terus diberikan kesadaran akan pentingnya imunisasi dalam upaya meningkatkan Kesehatan nasional.

Baca Juga: Cegah Lower Back Pain Jadi Kronis Dengan Lakukan Streching Ringan

”Peringatan Pekan Imunisasi Dunia ini merupakan salah satu momentum yang baik untuk kembali meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi, terlebih COVID-19 telah mengakibatkan cakupan imunisasi rutin lengkap anak menjadi rendah. Jika dibiarkan, akan berdampak pada munculnya outbreak penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi,” papar Honesti.

Honesti menguraikan, Bio Farma telah lebih dari 130 tahun mendukung program imunisasi nasional dengan memenuhi kebutuhan vaksin untuk masyarakat Indonesia. Pada tahun 2022, Bio Farma telah mendistribusikan lebih dari 178 juta dosis vaksin untuk imunisasi bagi bayi, anak usia sekolah, dan wanita usia subur.

”Selain memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri, Bio Farma juga telah memenuhi kebutuhan vaksin global dengan mengekspor produknya ke lebih dari 150 negara,” ujarnya.

Baca Juga: Ingin Investasi Emas? Berikut Cara Investasi Emas yang Aman Bagi Pemula

Selama ini Bio Farma telah memproduksi berbagai jenis vaksin dengan kapasitas produksi hingga 3 miliar dosis. Bio Farma merupakan produsen vaksin yang masuk 5 besar dunia dan terbesar di Asia Tenggara.

Bio Farma telah memproduksi berbagai jenis vaksin, seperti polio, difteri, pertusis, tetanus, campak, hepatitis B, influenza, dan inovasi vaksin terbaru yaitu vaksin COVID-19 yang diberi nama IndoVac. Selain itu, kebutuhan 2/3 vaksin polio di dunia disuplai oleh Bio Farma.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: biofarma.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini