Pada hari pertama, Febri Indra dan Wahyudi Putra Sangadji memaparkan penerapan sistem Digital Drill and Blast Vertex yang terintegrasi dengan BlendOre, bertujuan mengelola ore dilution di tambang emas terbuka.
Sementara di hari kedua, Azwin Harfansah Nasution dan M. Syafiq Isnaya memperkenalkan solusi Smart Blasting Vertex System untuk tambang batu bara, yang menitikberatkan pada peningkatan keselamatan dan efisiensi dari segi waktu, biaya, hingga operasional melalui sistem digitalisasi berbasis data secara real time.
Kedua sesi ini mendapatkan antusiasme tinggi karena mampu menunjukkan keberhasilan inovasi teknologi tanpa meninggalkan prinsip teknis yang telah mapan.
Konferensi ditutup dengan penyerahan IBES Award for Drill and Blast Engineer of the Year 2025. Penghargaan ini diberikan kepada insinyur bor-ledak yang menunjukkan dedikasi luar biasa, kesadaran tinggi terhadap keselamatan, ketepatan teknis, serta kontribusi nyata terhadap keberhasilan operasi pengeboran dan peledakan.
Baca Juga: Hidden Gems Boyolali: Air Terjun Kedung Goro, Surga Tersembunyi di Tengah Hutan
Penghargaan ini menjadi simbol penting atas profesionalisme dan integritas dalam setiap aktivitas peledakan yang berisiko tinggi namun sangat vital dalam industri pertambangan modern. ***
Artikel Terkait
DAHANA Gandeng UAD dan Mitra Strategis Perkuat Kemandirian Teknologi Pertahanan Nasional
Dahana Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Purwakarta, 249 Warga Terdampak
Ciptakan Ekosistem Kerja yang Aman, DAHANA Resmikan Sistem Keamanan Terpadu Area Ring 1
DAHANA Gelar Program SUARA untuk Sambut Tahun Baru Islam Bersama Anak Yatim
DAHANA Terima Kunjungan Delegasi Pertahanan Filipina, Bahas Peluang Kerja Sama Strategis ASEAN