Shelvy menegaskan, dekarbonisasi di sektor maritim bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Hal ini sejalan dengan kebijakan International Maritime Organization (IMO) yang menargetkan pelayaran internasional net-zero pada 2050.
Baca Juga: Telusur Malam di Prambanan: Menyelami Sunyi, Menemukan Inti
“Sebagai operator penyeberangan terbesar di Indonesia, ASDP harus berada di barisan depan,” tegasnya.
ASDP pun memastikan aksi hijau ini akan terus digenjot hingga akhir tahun. Seluruh upaya ini merupakan bagian dari roadmap keberlanjutan perusahaan yang dirancang selaras dengan kebijakan nasional.
“Kami percaya sinergi antara regulator, operator, dan masyarakat akan mempercepat terwujudnya maritim Indonesia yang hijau dan berdaya saing global,” tutup Shelvy.***
Artikel Terkait
Pendaftaran ASDP Journalism Award 2025 Diperpanjang, Batas Pengumpulan Karya Dibuka Sampai 14 September 2025
ASDP Perketat Pemeriksaan Tiket dan Identitas di Merak Jelang Libur Panjang HUT RI ke-80
Merdeka dengan Aksi Nyata, ASDP Hadirkan Program Edukasi Gizi dan Relawan Mengajar di Desa Bongo
Kesempatan Kirim Karya ASDP Journalism Award 2025 Masih Terbuka Lebar, Pendaftaran Diperpanjang Sampai 14 September
ASDP Perkuat Peran sebagai Tulang Punggung Konektivitas Biak, Dukung Logistik Tuna dan Perekonomian Nelayan