Kabar BUMN — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis nilai keislaman di Tanah Air.
Melalui dana zakat korporat dan infak yang disalurkan lewat BSI Maslahat, bank ini meresmikan program Rumah Qur’an Bina Santri Indonesia (Rumah Qur’an BSI) di Aceh sebagai bagian dari delapan lokasi yang tersebar di Indonesia.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa program ini lahir sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
Baca Juga: Tutorial Reaktivasi Nomor Telkomsel yang Sudah Hangus via GraPARI dan *888*89#
“Ini adalah komitmen dan tanggung jawab kami membantu pengembangan pendidikan spiritual dengan menyediakan wadah pembelajaran Alqur’an berkualitas, inklusif, dan merata di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Langkah ini juga selaras dengan visi BSI yang tidak hanya berfokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga menekankan kebermanfaatan sosial dan penguatan dakwah Islam.
Program Rumah Qur’an BSI diharapkan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta mendukung program prioritas pemerintah dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren, PDC Resmikan Rumah Produksi Tempe di Ponpes Tarbiyatul Ath’fal
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasinya atas langkah ini. Ia menilai keberadaan BSI sebagai salah satu bank terbesar di Aceh seharusnya tidak hanya menyediakan layanan keuangan, tetapi juga mendukung pembangunan sosial di daerah.
"BSI juga diharapkan dapat mensukseskan program-program pemerintah pusat yang berlokasi di Aceh serta pembiayaan kepada usaha-usaha mikro, kecil, dan menengah agar lebih ditingkatkan dan lebih luas jangkauannya," ujarnya.
BSI sendiri menyediakan kanal khusus donasi melalui aplikasi BYOND by BSI. Melalui platform ini, masyarakat bisa menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, termasuk untuk program berbagi Al-Qur’an dan sekolah Qur’an.
Baca Juga: Pantai Baros, Tempat Wisata Asri di Bantul yang Cocok untuk Healing Saat Akhir Pekan
Aplikasi ini juga menyediakan fitur bacaan surat-surat pendek Juz 30 serta hadis pilihan untuk mendukung literasi keislaman masyarakat.
Pentingnya program ini semakin terlihat ketika meninjau data yang ada. Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 mencatat sebanyak 53,37 persen muslim Indonesia belum mampu membaca Al-Qur’an.
Kondisi tersebut diperkuat dengan data Dewan Masjid Indonesia (DMI) pada 2022 yang menyebutkan 65 persen umat Islam di tanah air masih belum bisa membaca kitab suci.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
BSI Sambut Positif Rencana Penjaminan Simpanan Emas oleh Pemerintah
BSI Hadirkan Mobil Musala dan Ragam Hiburan di Pesta Rakyat HUT RI ke-80
BSI Gallery Kini Hadir di Pusat Keramaian, Permudah Transaksi Nasabah
Cicilan Tetap Jadi Andalan, Pembiayaan Konsumer BSI Tumbuh Positif
Green Zakat Framework BSI, Strategi Baru Optimalkan Zakat Indonesia