Menuju 2026, Pemerintah dan Pupuk Indonesia Genjot Validasi Data Petani di e-RDKK, Siap Maksimalkan Penyaluran Pupuk Subsidi

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 16:00 WIB
Pupuk Indonesia dan Kementan siap sukseskan e-RDKK 2026 untuk penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran dan lebih efisien. (Dok. Pupuk Indonesia)
Pupuk Indonesia dan Kementan siap sukseskan e-RDKK 2026 untuk penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran dan lebih efisien. (Dok. Pupuk Indonesia)

Baca Juga: Kiluan Bay, Tempat Lumba-Lumba Menari di Lautan Lampung

Petani yang berhak masuk e-RDKK adalah mereka yang menggarap lahan maksimal 2 hektare dengan sepuluh komoditas utama seperti padi, jagung, kedelai, cabai, bawang, kopi, kakao, tebu rakyat, hingga singkong.

“Kita harus tahu bagaimana cara mendata petani, siapa yang boleh mendapatkan pupuk bersubsidi. Dalam pendataan kita harus tahu peruntukannya untuk siapa, sehingga tidak salah,” lanjutnya.

Data e-RDKK Menjadi Dasar Penebusan Pupuk

Baca Juga: Pertamina Hulu Mahakam Ajak Media Kunjungi Sekolah Terapung, Perkuat Sinergi dan Komitmen Pendidikan

Data yang dikumpulkan akan diverifikasi secara berjenjang hingga disahkan oleh Kepala Dinas Pertanian sebelum digunakan dalam penebusan pupuk di Penerima Pupuk di Titik Serah (PPTS).

Sri menegaskan pentingnya mencatat kondisi riil di lapangan. “Dalam membuat e-RDKK sampaikan sesuai dengan riil kondisi lahan."

"Kalau di situ memang hanya satu kali musim tanam, tuliskan satu musim tanam. Tidak usah khawatir pupuk tidak ada. Karena ini untuk perencanaan kami lebih tepat,” ujarnya.

Baca Juga: Bank Mandiri Dorong Ekonomi Berkelanjutan Lewat Program Looping for Life di Livin’ Fest 2025

Jika terjadi perubahan luas lahan atau jumlah musim tanam di tahun berjalan, data tetap dapat diperbarui sesuai Permentan Nomor 15 Tahun 2025.

Sri juga menyoroti masih rendahnya penyerapan pupuk secara nasional.

“Saat ini katanya kebutuhannya 14 juta ton. Tapi hingga sekarang, dari alokasi 9,55 juta ton yang siapkan Pemerintah masih ada 3 juta ton pupuk yang belum terserap,” jelasnya.

Baca Juga: Catatan Emas Pertamina Group di Soebroto Award 2025, Ini Daftar Penghargaannya

Serapan Pupuk di Aceh Capai 136 Ribu Ton

Direktur Pupuk Kementan, Jekvy Hendra, turut mengingatkan pentingnya keterlibatan penyuluh untuk mendorong petani melakukan input data berdasarkan kebutuhan sebenarnya.

“Contohnya Pupuk Organik, penyerapannya kecil sekali. Di e-RDKK-nya bagus, tapi dalam pelaksanaannya tidak jalan. Apa ini penyebabnya?” ujarnya.

Baca Juga: 7 Skill Digital yang Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja Saat Ini, Sudah Punya yang Mana?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini