IHC RS Pusat Pertamina Raih PERSI Award Berkat Inovasi “Green Hospital” yang Sejalan dengan Mutu Pelayanan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 20:30 WIB
IHC RS Pusat Pertamina meraih PERSI Award 2025 berkat inovasi Green Hospital yang memadukan keselamatan pasien dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. (Dok.  Pertamina)
IHC RS Pusat Pertamina meraih PERSI Award 2025 berkat inovasi Green Hospital yang memadukan keselamatan pasien dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. (Dok. Pertamina)

“Tantangan lainnya adalah penyediaan sarana prasarana yang konsisten, mulai dari wadah pemilahan, sistem pengangkutan, hingga ruang penyimpanan."

Baca Juga: PLN EPI Raih Penghargaan Platinum di Asian Impact Awards 2025 Berkat Inovasi Energi Berkelanjutan

"IHC RSPP mengatasinya dengan perencanaan bertahap dan dukungan penuh dari manajemen."

"Koordinasi lintas unit juga menjadi tantangan birokratis, namun regulasi internal dan kemitraan resmi menjadi kunci agar alur kerja tetap berjalan lancar. Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal komitmen dan konsistensi,” tambahnya.

Berbeda dengan pendekatan umum yang memisahkan program keselamatan pasien dan inisiatif green hospital, IHC RSPP justru menggabungkannya secara terpadu.

Baca Juga: Hemat dan Nyaman, Ini Cara Dapat Diskon 20 Persen Tiket Kereta untuk Disabilitas

Salah satu contohnya ialah pengelolaan limbah plastik non-B3 seperti plabot dan jerigen HD dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pemanfaatan Used Cooking Oil (UCO) dari instalasi gizi untuk diolah menjadi biodiesel.

Kedua upaya tersebut tidak hanya mengurangi pencemaran tetapi juga memperkuat aspek keselamatan bagi pasien dan tenaga medis.

IHC RSPP menjadikan pengelolaan limbah sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Green Hospital.

Baca Juga: Uniknya Candi Sukuh, Candi yang Dibangun Terburu-buru dan Mirip Bangunan Suku Maya

Dengan pendekatan berbasis data dan indikator kinerja, rumah sakit ini berhasil mendaur ulang seluruh limbah plastik non-B3 sejak 2020 dengan total 16.707,39 kg hingga pertengahan 2025.

Selain itu, program pengumpulan minyak jelantah (UCO) telah mencapai 1.307,42 liter, memberikan manfaat ekonomi sekaligus mencegah pencemaran air dan tanah.

Keberhasilan implementasi program ini ditopang oleh tiga faktor utama. Pertama, kolaborasi strategis bersama Pertamina Patra Niaga dan mitra daur ulang tersertifikasi yang membangun rantai pasok berkelanjutan.

Baca Juga: Prabowo Saksikan Serah Terima Aset Negara ke PT Timah, Tegaskan Komitmen Perbaiki Tata Kelola dan Tingkatkan Kontribusi Nasional

Kedua, penggunaan inovasi digital seperti dashboard limbah dan sistem pelacakan QR code untuk meningkatkan efisiensi. Ketiga, komitmen terhadap edukasi berkelanjutan yang berhasil membentuk budaya Green Hospital di seluruh lini organisasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini