Kabar BUMN - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian untuk periode sembilan bulan pertama yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 (9M25) ke BEI/OJK.
Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan, PTBA berhasil mempertahankan kinerja operasional yang solid serta menjaga profitabilitas melalui peningkatan efisiensi biaya dan optimalisasi portofolio pasar domestik.
Kinerja operasional ini sukses PTBA pertahankan di tengah tekanan harga batu bara global yang masih menurun sepanjang 2025.
Baca Juga: 12 Startup Pertamuda 2025 Langsung Gaet Investor di Panggung Final
Di tahun ini, harga jual rata-rata (ASP) turun 6 persen akibat pelemahan indeks batu bara global. Newcastle Coal Index (NCI) tercatat turun 22 persen dan Indonesian Coal Index (ICI-3) turun 16 persen dibanding tahun lalu.
Arsal mengungkapkan, ketangguhan kinerja PTBA tercermin dari pertumbuhan volume produksi dan penjualan yang tetap positif, serta realisasi capex yang mendukung keberlanjutan operasi dan proyek logistik strategis.
Dari sisi operasional, produksi batu bara tercatat meningkat 9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 35,89 juta ton dari 32,97 juta ton. Sementara penjualan naik 8 persen menjadi 33,70 juta ton dari 31,28 juta ton.
Baca Juga: Telkom Perkuat Kolaborasi Kampus dan Industri Lewat Seminar AI Connect
Lalu dari sisi belanja modal, hingga akhir kuartal III-2025, PTBA telah merealisasikan Rp3 triliun, atau 41 persen dari target tahunan Rp7,2 triliun.
Dana tersebut difokuskan untuk pengembangan proyek logistik strategis, termasuk angkutan batu bara Tanjung Enim-Kramasan.
Total aset pada akhir September 2025 tercatat sebesar Rp42,8 triliun atau naik 3 persen dibandingkan akhir tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp41,8 triliun.
Saldo kas dan setara kas sebesar Rp4 triliun atau turun 3 persen dibandingkan dengan akhir tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp4,1 triliun.
Baca Juga: Elnusa Wujudkan Desa Mundu Lebih Hijau Lewat Program SiGAS
Total liabilitas pada akhir September 2025 tercatat naik dari posisi pada akhir Desember 2024 sebesar Rp19,1 triliun, naik menjadi Rp22,1 triliun. Sedangkan ekuitas tercatat menurun dari posisi akhir Desember 2024 sebesar Rp22,6 triliun menjadi Rp20,8 triliun pada akhir September 2025.
Artikel Terkait
Transformasi Hijau Tanjung Enim: PTBA Wujudkan Kota Wisata Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan
Lewat Bamboo for Life, PTBA Ubah Bambu Jadi Sumber Harapan dan Ekonomi Masyarakat Lampung
Gerakan Baru PTBA: Menanam Harapan Lewat Inisiatif Mangrove Nexus
Dorong Ketahanan Energi dan Transisi Energi, PTBA Andalkan Briket Batu Bara sebagai Solusi Alternatif Ramah Lingkungan
Transformasi PETI di Desa Darmo, Langkah Nyata PTBA Wujudkan Ketahanan Pangan
Madu Galo-Galo Cupiang, Bukti Komitmen PTBA Majukan UMKM Berbasis Alam