Untuk memastikan pembiayaan tersalurkan secara tepat sasaran, BNI sejak 2024 telah menerapkan robust credit scoring tools guna menilai kelayakan kredit secara akurat dan berkelanjutan.
Baca Juga: PDC Tutup Program Pelatihan Tata Boga untuk Disabilitas, Dorong Kemandirian dan Inklusi Ekonomi
Selain itu, BNI juga mengimplementasikan Tactical Account Planning (TAP) untuk mengoptimalkan profitabilitas nasabah, baik dari sisi pembiayaan (lending) maupun non-pembiayaan (non-lending).
BNI turut memperkuat sinergi antara Commercial Banking, Corporate Banking, dan Institutional Banking dalam menangkap peluang pembiayaan dari rantai pasok (value chain) ekosistem bisnis nasabah korporasi.
Di sisi lain, BNI juga mendorong transformasi capability-enhanced outlets menjadi pusat layanan terpadu yang mampu memberikan solusi keuangan komprehensif bagi pelaku usaha di berbagai daerah.
Baca Juga: Waktunya Heboh! Undi-Undi Hepi Telkomsel Bagi-bagi Xpander, CBR150R, hingga iPhone 16!
“Kami akan terus berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang tangguh, dengan kebijakan pembiayaan yang adaptif serta dukungan terhadap regulasi pemerintah,” tegas Iqbal.
Melalui strategi yang menyeluruh ini, BNI menegaskan perannya sebagai bank nasional yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi rakyat.
Dengan pembiayaan yang produktif dan inklusif, BNI berkomitmen menciptakan UMKM yang lebih kuat, berdaya saing global, dan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.***
Artikel Terkait
BNI Catat Kinerja Solid di Kuartal III 2025, Transformasi Digital dan Keuangan Berkelanjutan Jadi Penggerak Utama
BNI Agen46 Catat Lonjakan Transaksi 79,81 Juta Kali, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
Rejeki Wondr BNI: Menabung Sekaligus Berpeluang Bawa Pulang Mobil Mewah
3.000 Pelari Meriahkan “wondr Surabaya ITS Run 2025”, Kolaborasi BNI, ITS, dan Pemkot Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
Tagihan Air Beres Sekejap! Begini Cara Bayar PDAM di Wondr by BNI