Kurangi Penggunaan Air Tanah, SPJM Kelola Dan Operasikan Teknologi Sea Water Reverse Osmosis

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 7 November 2025 | 08:00 WIB
Pelindo Jasa Maritim (SPJM) mendukung upaya penggunaan teknologi alternatif untuk mengurangi penggunaan air tanah dengan mengelola Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). (jasamaritim.co.id)
Pelindo Jasa Maritim (SPJM) mendukung upaya penggunaan teknologi alternatif untuk mengurangi penggunaan air tanah dengan mengelola Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). (jasamaritim.co.id)

Kabar BUMN - PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) mendukung upaya penggunaan teknologi alternatif untuk mengurangi penggunaan air tanah dengan mengelola Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).

SPJM mengoperasikan dan memelihara SWRO bersama anak perusahaannya, PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) dan PT Lamong Energi Indonesia (LEGI) di beberapa pelabuhan.

SWRO sendiri merupakan teknologi yang digunakan untuk proses desalinasi yaitu mengubah air laut menjadi air tawar dengan menggunakan membran khusus, dimana air melewati tekanan tinggi dengan tujuan memisahkan garam dan kontaminan lainnya.

Baca Juga: BULOG Hadiri Nusantara Food Summit 2025, Dorong Generasi Muda Jadi Pelaku Rantai Pasok Pangan

Teknologi ini merupakan alternatif solusi untuk menyediakan air bersih yang berkelanjutan di daerah yang kesulitan mendapatkan sumber air tawar seperti daerah pesisir atau pulau-pulau terpencil.

SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menjelaskan, saat ini melalui anak perusahaan yang membidangi bisnis port services, yaitu EPI dan LEGI, kami telah mengoperasikan fasilitas teknologi SWRO di tiga pelabuhan.

Ketiga pelabuhan itu yaitu: Tanjung Priok, Pontianak, dan Labuhan Bajo dengan kapasitas yang mumpuni yaitu 1400 M3/hari untuk Tanjung Priok, 800 M3/hari di Pontianak, dan 900 M3/hari di Labuan Bajo.

Baca Juga: Pertamina Eco RunFest 2025 Segera Digelar, Konsisten Hadirkan Ajang Lari Ramah Lingkungan

Selain itu, SPJM juga melakukan pemeliharaan untuk memastikan fasilitas SWRO di pelabuhan-pelabuhan tersebut dapat beroperasi optimal.

Pemeliharaan mulai dari mengganti komponen SWRO (filter dan membran) secara berkala sesuai manual book, pembersihan SWRO secara berkala, pemeriksaan tekanan air dan kebocoran instalasi SWRO.

Kemudian pemeriksaan Total Dissolve Solid (TDS) untuk mengetahui zat (organik dan anorganik) yang terlarut dalam air, pemeriksaan dan pembersihan tangki secara berkala.

Baca Juga: Telkom Solution Raih Penghargaan sebagai Penyedia Solusi Digital Terbaik untuk Bisnis Enterprise

Lebih lanjut Tubagus menambahkan, “Tentunya dengan manfaat yang sangat signifikan atas penggunaan SWRO ini, kami berharap teknologi ini nantinya dapat diperluas penggunaannya di seluruh pelabuhan Indonesia.

“Sehingga tidak hanya pemenuhan kebutuhan air bersih dapat terjamin, namun juga keberlanjutan dan perlindungan ekosistem laut dan infrastruktur dapat lebih terjaga,” tutupnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: jasamaritim.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini