Kabar BUMN - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi ekonomi masyarakat pascatambang melalui berbagai program pemberdayaan berkelanjutan.
Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Panen Bersama Budidaya Ikan Nila yang digelar oleh Kelompok Budidaya Ikan Putra Susukan, kelompok binaan PTBA, di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim.
Kegiatan panen bersama ini menjadi bagian dari Program Transformasi PETI (Pertambangan Tanpa Izin) tahun 2025, yang bertujuan untuk mengalihkan aktivitas masyarakat dari pertambangan ilegal menuju sektor ekonomi produktif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Baca Juga: Cuma Tap HP! Naik KRL dan MRT Kini Bisa Pakai QRIS Tap wondr by BNI
Acara tersebut turut dihadiri oleh Dedy Saptaria Rosa, Sustainability Division Head PT Bukit Asam Tbk; Yusuf, Kasi Pemerintahan mewakili Pemerintah Desa Tanjung Agung; Ajis Purnomo, Sustainable Community Development Section Head PTBA; serta Putra Zaman, Ketua Kelompok Budidaya Ikan Putra Susukan.
Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Putra Susukan, Putra Zaman, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PTBA sejak awal program berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan PT Bukit Asam kepada kami hingga kami bisa meningkatkan produktivitas usaha kami, serta dalam acara ini kami dapat menunjukkan hasil dari usaha kami sebagai bentuk komitmen kami atas bantuan yang diberikan PT Bukit Asam dalam usaha Transformasi PETI dan memakmurkan masyarakat kami,” ujarnya.
Baca Juga: Undi-Undi Hepi Telkomsel Hadir Lagi di Bulan November 2025, Hadiah Semakin Spektakuler
Dari pihak perusahaan, Dedy Saptaria Rosa, Sustainability Division Head PT Bukit Asam Tbk, juga memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok binaan yang telah berpartisipasi aktif.
“PT Bukit Asam berusaha untuk berkontribusi pada masyarakat serta masyarakat dapat merasakan manfaat dari kontribusi kami, seperti budidaya ikan ini potensinya sangat luas karena ikan termasuk bahan konsumsi utama dalam masyarakat kita.
"Juga tidak menutup kemungkinan kita menjangkau pasar yang lebih luas seperti abon ikan dan lainnya, hingga dapat meningkatkan kapasitas produksi usaha kita juga sebagai bentuk usaha mengurangi aktivitas illegal mining yang ada,” ujarnya.
Baca Juga: Nikmati Liburan Tanpa Khawatir Hujan: Rekomendasi Wisata Indoor Seru di Yogyakarta
Sebagai bentuk dukungan konkret, PT Bukit Asam menyalurkan 10.000 bibit ikan nila kepada kelompok usaha.
Sebanyak 6.000 ekor dikelola oleh Kelompok Putra Susukan, sementara 4.000 ekor lainnya disalurkan untuk dikelola oleh kolam mitra binaan lainnya.
Artikel Terkait
Gerakan Baru PTBA: Menanam Harapan Lewat Inisiatif Mangrove Nexus
Dorong Ketahanan Energi dan Transisi Energi, PTBA Andalkan Briket Batu Bara sebagai Solusi Alternatif Ramah Lingkungan
Transformasi PETI di Desa Darmo, Langkah Nyata PTBA Wujudkan Ketahanan Pangan
Madu Galo-Galo Cupiang, Bukti Komitmen PTBA Majukan UMKM Berbasis Alam
Kuartal III-2025, PTBA Bukukan Laba Rp1,4 Triliun di Tengah Tekanan Harga Batu Bara Global