Dalam satu masa panen, kelompok tersebut mampu menghasilkan sekitar 1 ton ikan nila, yang kemudian dipasarkan ke masyarakat sekitar, pedagang eceran, pasar tradisional, hingga rumah makan lokal.
Baca Juga: PosIND dan Kemnaker Kembali Buka Program Magang Batch 2, Peluang Emas untuk Fresh Graduate!
Kegiatan panen bersama ini juga dihadiri oleh kelompok pembibitan ikan, kelompok budidaya puyuh, dan kelompok budidaya maggot, menandakan adanya sinergi lintas komunitas binaan PTBA dalam membangun ekosistem usaha mikro yang saling menopang.
Melalui berbagai inisiatif pemberdayaan seperti ini, PT Bukit Asam berharap produktivitas dan daya saing kelompok budidaya ikan di Desa Tanjung Agung dapat terus meningkat sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Program ini diharapkan menjadi contoh nyata transformasi ekonomi masyarakat yang sebelumnya bergantung pada sektor pertambangan menuju aktivitas ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.***
Artikel Terkait
Gerakan Baru PTBA: Menanam Harapan Lewat Inisiatif Mangrove Nexus
Dorong Ketahanan Energi dan Transisi Energi, PTBA Andalkan Briket Batu Bara sebagai Solusi Alternatif Ramah Lingkungan
Transformasi PETI di Desa Darmo, Langkah Nyata PTBA Wujudkan Ketahanan Pangan
Madu Galo-Galo Cupiang, Bukti Komitmen PTBA Majukan UMKM Berbasis Alam
Kuartal III-2025, PTBA Bukukan Laba Rp1,4 Triliun di Tengah Tekanan Harga Batu Bara Global