Proses penyusunan playbook melibatkan berbagai pemangku kepentingan melalui Focus Group Discussion (FGD) pada 30 Oktober 2025.
Pihak-pihak tersebut termasuk International Finance Corporation (IFC), Kementerian Pertanian, GAPKI, serta PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV).
Masukan dari FGD ini menjadi fondasi penting agar playbook bersifat aplikatif, relevan, dan mampu menjawab tantangan nyata yang dihadapi industri sawit.
Dalam sesi peluncuran, Vice President of Green Energy Business Development PT Perkebunan Nusantara IV Reina Haronima Tampubolon dan Direktur Keberlanjutan dan Keberperanan Pemangku Kepentingan Strategis PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk Agus Purnomo, turut membagikan pengalaman mengenai implementasi roadmap transisi ESG beserta tantangan dalam penerapannya.
Baca Juga: Bahaya Begadang yang Diam-diam Mengintai Kesehatan Anak Muda
Sementara itu, Ketua Kelompok Budidaya Kelapa Sawit Direktorat Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Togu Rudianto Saragih memaparkan arah kebijakan percepatan transisi keberlanjutan sektor sawit.
Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar pelaku usaha dalam mencapai tujuan bersama.
Lebih lanjut, Alexandra menegaskan bahwa hadirnya playbook ini bukan sekadar dukungan sesaat, melainkan wujud komitmen jangka panjang BNI dalam mendampingi debitur menghadapi perubahan lanskap industri global.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Guangzhou, Cita Rasa Kuliner Kanton Autentik
"Advisory playbook ini kami harapkan dapat menjadi panduan praktis bagi para pelaku usaha untuk merancang dan memperkuat upaya transisi yang selaras dengan strategi dan kapabilitas perusahaan, sehingga setiap pelaku usaha memiliki akses terhadap pendampingan yang relevan dan solutif dalam menghadapi dinamika transisi keberlanjutan," kata Alexandra.
Dengan peluncuran ESG Advisory Playbook untuk sektor kelapa sawit, BNI semakin menegaskan perannya sebagai lembaga keuangan yang proaktif dalam mendorong transformasi berkelanjutan di sektor-sektor strategis nasional.
Langkah ini juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) menuju target net-zero emission 2060 atau lebih cepat, sekaligus memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di pasar global.***
Artikel Terkait
Cuma Tap HP! Naik KRL dan MRT Kini Bisa Pakai QRIS Tap wondr by BNI
Rejeki Wondr BNI: Menabung Jadi Seru, Hadiahnya Mobil Mewah!
BNI Lanjutkan Semangat Kepahlawanan Lewat Pemberdayaan UMKM, Lahirkan Pahlawan Ekonomi dari Ngawi
BNI Raih Dua Penghargaan di Ajang ICXA 2025, Transformasi Layanan Diakui Dunia
Buru Hadiah Mercedes-Benz hingga Chery J6 Lewat Program Rejeki Wondr BNI