PLN EPI kini tengah mengembangkan berbagai proyek gasifikasi pembangkit di klaster Nias, Sulawesi–Maluku, Nusa Tenggara dan Papua.
Baca Juga: Berlari Tanpa Batas, Sahabat Disabilitas Meriahkan Pertamina Eco RunFest 2025
Infrastruktur gas, menurut Erma, adalah fondasi agar program gasifikasi benar-benar berjalan. PLN EPI juga memperluas dan meng-upgrade sejumlah FSRU, termasuk FSRU Bali yang diperbesar karena kenaikan permintaan listrik di sektor pariwisata.
Setelah seluruh pengembangan rampung, kapasitas penyimpanan LNG nasional akan meningkat menjadi 1,2 juta meter kubik, sementara kapasitas regasifikasi meningkat hampir tiga kali lipat mencapai 4 juta kaki kubik per hari.
Beberapa proyek strategis kini memasuki fase penting. Klaster Nias ditargetkan beroperasi pada Desember 2025, pembangunan pipa WNTS–Pemping ditargetkan selesai pada 2026, dan pengembangan klaster Sulawesi–Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua dijadwalkan tuntas di 2028.
Erma menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur gas membutuhkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dukungan pemerintah dalam hal proses perizinan, penetapan proyek strategis nasional, serta penjaminan alokasi gas.
Transisi energi tidak akan berjalan tanpa fondasi gas yang kuat. Pasokan yang pasti dan infrastruktur yang andal adalah syarat mutlak menuju sistem energi bersih dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
PLN EPI Raih Penghargaan Platinum di Asian Impact Awards 2025 Berkat Inovasi Energi Berkelanjutan
PLN EPI Gandeng Farmindo Multi Dimensi Kembangkan Pengelolaan Limbah Jadi Energi Bersih
Penghargaan IPEA 2025, PLN EPI Sukses Melangkah dari Emerging Industry Leader ke Industry Leader
Bioenergi Jadi Pilar Ketahanan Energi, PLN EPI Dorong Kolaborasi Riset dan Industri
Bakar Semangat Berjuang Anak Muda, PLN EPI Gelar Pelatihan Barista
Dorong Standardisasi Pasokan dan Ekonomi Desa, PLN EPI Luncurkan Marketplace Biomassa untuk Cofiring