Sementara itu, kecepatan rata-rata rute Semarang menuju Jakarta (Cawang) mencapai 85,73 km/jam, meningkat 10,3 persen dari periode Nataru sebelumnya.
Baca Juga: Mau Healing Murah? Tanaka Waterfall Malang Wajib Masuk Wishlist
Keberhasilan pengelolaan arus lalu lintas selama Nataru tidak terlepas dari berbagai strategi yang diterapkan Tim Satgas Jasa Marga Siaga.
Strategi tersebut meliputi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam manajemen lalu lintas, peningkatan kapasitas transaksi di gerbang tol, penerapan kebijakan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) pengaturan lalu lintas, pengoperasian ruas tol fungsional, pengelolaan arus di rest area, serta kolaborasi lintas stakeholder.
Sejumlah langkah teknis turut dilakukan, antara lain penerapan contraflow bertahap sepanjang 23 kilometer di Jalan Tol Jakarta–Cikampek, pengawasan ketat parkir dan sirkulasi kendaraan di rest area, hingga imbauan penggunaan rest area terdekat saat kapasitas penuh.
Baca Juga: Masih Bisa Hemat! Promo Diskon Tiket Kapal PELNI Hingga 20 Persen
Jasa Marga juga meningkatkan kapasitas transaksi melalui petugas jemput transaksi menggunakan mobile reader, penambahan gardu tol, serta penambahan titik top-up uang elektronik.
Kelancaran arus Nataru 2025/2026 juga didukung oleh penerapan SKB Pembatasan Angkutan Barang di jalan tol pada H-6 Natal hingga H+3 Tahun Baru, yakni 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Kebijakan ini terbukti menurunkan volume kendaraan angkutan barang golongan III–V secara signifikan sebesar 37 persen, dari 516.237 kendaraan menjadi 325.401 kendaraan.
Baca Juga: Pulau Kecil di Utara Pulau Jawa, Indah, Sepi, dan Tidak Berpenghuni
Selain itu, pengoperasian jalur fungsional Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Segmen Gending–Paiton sepanjang 24,08 kilometer pada periode 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 turut membantu mengurangi kepadatan di jalur Pantura Jawa Timur.
Jalur ini dioperasikan dua arah melalui GT Kraksaan dan GT Paiton pada pukul 06.00–16.00 WIB secara situasional sesuai diskresi Kepolisian.
Faktor pendukung lainnya adalah pemberlakuan diskon tarif tol sebesar 20 persen di sejumlah ruas strategis Jasa Marga Group di Trans Jawa dan Trans Sumatra selama tiga hari, yakni 22, 23, dan 31 Desember 2025, serta di Sulawesi selama 20 hari pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Baca Juga: PT TIMAH Perkuat Pendidikan Daerah Tambang Demi Generasi Unggul 2045
Kebijakan ini bertujuan meringankan beban biaya perjalanan masyarakat, meningkatkan kelancaran mobilitas dan distribusi, serta membantu mengurai kepadatan lalu lintas, sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya aspek sosial.
Artikel Terkait
RS Brawijaya Travoy Hub Taman Mini Resmi Dibuka, Jasa Marga Kembangkan Layanan Terintegrasi untuk Mobilitas dan Kesehatan
Jasa Marga Pertahankan Tren Positif, Laba Inti Naik 5,02% di Kuartal III 2025
Jasa Marga Genjot Proyek Jalan Tol, Capaian Kuartal III 2025 Tembus Target
Jasa Marga Ambil Bagian dalam Upaya Pemulihan Korban Banjir dan Longsor di Sukabumi
Jasa Marga Raih Penghargaan di Bisnis Indonesia Logistics Awards 2025, Tegaskan Kepemimpinan di Sektor Infrastruktur Logistik Nasional