Dalam pelaksanaannya, WEGE–JKS KSO menerapkan Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan akurasi perencanaan, efektivitas pelaksanaan konstruksi, serta pengendalian mutu dan biaya proyek.
Direktur Operasi II WEGE Dwi Purnomo menyampaikan, proyek ini menunjukkan kapabilitas WEGE sebagai kontraktor gedung dalam mengelola proyek rancang bangun secara terintegrasi.
Baca Juga: Jasa Marga Group Layani 5,8 Juta Kendaraan Selama Arus Nataru 2025/2026
“Melalui WEGE–JKS KSO, WEGE menerapkan pengendalian mutu konstruksi yang ketat, standar keselamatan kerja, serta manajemen waktu yang terukur pada setiap tahapan pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA,” ujar Dwi.
Penerapan Building Information Modeling (BIM) dan standar Bangunan Gedung Hijau menjadi bagian dari pendekatan teknis WEGE untuk memastikan bangunan memiliki kinerja struktur, sistem bangunan, dan efisiensi operasional yang andal serta berkelanjutan
Sejalan dengan komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA juga mengacu pada standar Bangunan Gedung Hijau, dengan target sertifikasi Gedung Hijau Tingkat Madya.
Baca Juga: Promo EV Charging Pertamina: Biaya Flat Rp5.000 via MyPertamina
Penerapan konsep ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi dan air, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan ramah lingkungan.***
Artikel Terkait
WEGE Paparkan Inovasi Smart Building dalam Pembangunan Grha Pertamina di Ajang Konstruksi Indonesia 2025
WEGE Menangangi Pembangunan Kantor OJK Sumatera Utara Senilai Rp144 Miliar
Melalui Skema KSO, WEGE Raih Kontrak Pembangunan Gedung dan Kawasan DPR II di IKN Senilai Rp1,96 Triliun
Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat, WIKA–WEGE Bangun Huntara Modular di Aceh Tamiang
Dukung Pemulihan Pascabencana Sumatera, WEGE Hadirkan Bantuan Kemanusiaan dan Hunian Modular
WEGE Perkuat Peran di Sektor Konstruksi Gedung Berbasis Inovasi dan Keberlanjutan