Kabar BUMN - Bagi sebagian ibu prasejahtera, akses terhadap layanan keuangan kerap menjadi hal yang menakutkan.
Rasa sungkan, kekhawatiran tidak dipahami, hingga sistem pinjaman yang mensyaratkan jaminan sering menjadi penghalang.
Namun, pengalaman tersebut perlahan berubah ketika mereka berjumpa dengan Account Officer (AO) PNM.
Baca Juga: Dukung Ritual Adat dan Budaya Lokal, PT TIMAH Tbk Tumbuh Bersama Masyarakat
Pertemuan awal antara AO PNM dan para nasabah biasanya berlangsung sederhana dan penuh kehangatan, mulai dari teras rumah, balai warga, hingga sudut-sudut perkampungan.
Dengan bahasa yang mudah dipahami dan kesediaan untuk mendengarkan, AO PNM hadir mengenali kebutuhan para ibu prasejahtera hingga akhirnya mereka memperoleh pembiayaan tanpa agunan disertai pendampingan usaha untuk tumbuh dan naik kelas.
Pelayanan PNM tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan semata.
Baca Juga: Groundbreaking Gedung CMU RSUP Sardjito Perkuat Infrastruktur Kesehatan Nasional
Dalam banyak kasus, AO PNM mengenal nama anak-anak nasabah, memahami ritme usaha harian mereka, serta tahu kapan harus memberi semangat dan kapan cukup menjadi pendengar.
Kedekatan ini tercipta melalui kunjungan rutin, percakapan ringan, dan solusi yang disampaikan dengan bahasa sederhana.
Pengalaman tersebut membangun kepercayaan yang kuat.
Baca Juga: PT Pindad Perkuat Arah Strategis Lewat Townhall Meeting Awal 2026
Para nasabah tidak merasa dilayani dari kejauhan, melainkan ditemani secara langsung dalam perjalanan usaha dan kehidupan mereka.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan wujud komitmen PNM dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif.
Artikel Terkait
Sebulan Pascabanjir, Relawan PNM Kembali Dampingi Warga Terdampak di Aceh hingga Bireuen
ULaMM Syariah PNM Dorong Usaha Mikro Tumbuh Berkelanjutan, Dari Pembiayaan hingga Pemberdayaan
PNM Akan Memperkuat Pelayanan Berbasis Customer Experience di 2026
PNM Perkuat UMKM Ultra Mikro Lewat Pemberdayaan Terintegrasi Sepanjang 2025
Dari Saparua untuk Masa Depan: Kisah Bu Selly, Guru TK Gratis yang Bangkit Bersama PNM Mekaar