Didominasi Komoditas Batu Bara, Angkutan Barang KAI Terus Tumbuh di Sepanjang 2025

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 14 Januari 2026 | 07:30 WIB
Total volume angkutan barang KAI 2025 mencapai 69.791.691 ton, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 69.201.670 ton. (kai.id)
Total volume angkutan barang KAI 2025 mencapai 69.791.691 ton, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 69.201.670 ton. (kai.id)

Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja angkutan barang sepanjang tahun 2025.

Peningkatan dicerminkan dari total volume angkutan barang yang mencapai 69.791.691 ton, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 69.201.670 ton.

“Capaian ini menegaskan peran kereta api sebagai moda logistik strategis dalam menjaga kelancaran distribusi nasional,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.

Baca Juga: PNM Angkat Peran Perempuan Lewat Pameran Foto di Ruang Publik

Peningkatan volume tersebut didorong layanan angkutan berbagai komoditas, meliputi retail, peti kemas, batu bara, semen klinker, bahan bakar minyak (BBM), pupuk, hasil perkebunan, serta komoditas lainnya.

Ragam muatan ini mencerminkan kemampuan layanan angkutan barang KAI dalam mendukung kebutuhan sektor energi, industri, dan perdagangan antardaerah.

Dari keseluruhan volume angkutan barang tahun 2025, batu bara menjadi komoditas terbesar dengan total angkutan mencapai 57.522.994 ton atau sekitar 82,4 persen dari total angkutan barang KAI.

Baca Juga: BRI Perkuat Likuiditas dan Pilihan Investasi melalui Surat Berharga Komersial

Kontribusi tersebut berperan penting dalam menjaga pasokan energi bagi pembangkit listrik serta mendukung keandalan sistem kelistrikan di berbagai wilayah.

Menurut Anne, peningkatan angkutan barang menunjukkan kepercayaan pengguna jasa terhadap transportasi berbasis rel yang andal dan terjadwal.

“Layanan ini dinilai mampu menjawab kebutuhan pengiriman komoditas dalam volume besar secara konsisten,” jelasnya.

Baca Juga: Bangkit dari PHK, Angkringan Moses Tumbuh Berkat KUR BRI

Anne menambahkan bahwa kelancaran distribusi angkutan barang melalui kereta api memberikan dampak luas bagi perekonomian.

Pergerakan logistik yang stabil mendukung aktivitas industri, menjaga ketersediaan energi dan bahan baku, serta membantu efisiensi biaya distribusi dengan mengurangi beban lalu lintas jalan raya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini