Perlintasan Aman Dimulai dari Kepatuhan: KAI Perkuat Keselamatan Sepanjang 2025

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 15 Januari 2026 | 20:30 WIB
KAI perkuat keselamatan perjalanan kereta sepanjang 2025 melalui penutupan perlintasan rawan, edukasi publik, penertiban RUMAJA, dan kolaborasi komunitas. (Dok. KAI)
KAI perkuat keselamatan perjalanan kereta sepanjang 2025 melalui penutupan perlintasan rawan, edukasi publik, penertiban RUMAJA, dan kolaborasi komunitas. (Dok. KAI)

Tindakan sederhana ini adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, keluarga, dan sesama pengguna jalan,” ujar Anne di Jakarta, Kamis (15/1/25).

Baca Juga: Akses Antar Pulau Makin Terhubung, ASDP Resmikan Lintasan Perintis Banggai–Paisulamo–Dungkean

Selain itu, KAI juga melakukan 52 penertiban bangunan liar yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api.

Penertiban ini menjadi bagian dari pengamanan Ruang Manfaat Jalur Kereta Api (RUMAJA), yakni area terdekat dengan rel yang digunakan untuk kepentingan operasional dan perawatan.

RUMAJA perlu dijaga agar tetap tertib dan bersih demi kelancaran perjalanan kereta. Untuk itu, KAI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat agar area tersebut dimanfaatkan sesuai peruntukannya, demi kenyamanan dan keselamatan bersama.

Baca Juga: Menyusuri RDMP Balikpapan: Dari Sumur Mathilda hingga Menjadi Penopang Energi Indonesia Timur

Pengaturan mengenai RUMAJA sendiri telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. KAI menegaskan komitmennya untuk menjalankan ketentuan ini dengan pendekatan persuasif, edukatif, dan mengedepankan dialog bersama masyarakat.

“Penertiban kami lakukan dengan pendekatan humanis dan kolaboratif. Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang yang aman dan tertib bagi semua, bukan sekadar menegakkan aturan,” jelas Anne.

Strategi keselamatan KAI juga diperkuat melalui pelibatan komunitas. Hingga saat ini, KAI membina 56 komunitas railfans dengan total 6.455 anggota terdata.

Baca Juga: 4 Hutan Kota di Kuala Lumpur yang Menyuguhkan Pemandangan Hijau di Antara Ketegasan Gedung Batu

Sepanjang 2025, tercatat 1.509 kegiatan dilakukan bersama komunitas, terutama dalam kampanye keselamatan perjalanan dan edukasi publik di lingkungan perkeretaapian.

“Kami percaya, budaya selamat tumbuh dari kebiasaan baik yang dilakukan bersama. Tidak menerobos palang pintu, tidak melintas di jalur rel, dan menjaga area sekitar rel tetap tertib adalah kontribusi nyata masyarakat bagi keselamatan,” tambah Anne.

Melalui penutupan perlintasan berisiko, penguatan edukasi keselamatan, penertiban bangunan liar, serta pengamanan RUMAJA, KAI menegaskan keseriusannya dalam menghadirkan layanan kereta api yang aman, nyaman, dan andal.

Baca Juga: Magang Bidang SDM di PTPN I Regional 6: Kesempatan Berharga untuk Mahasiswa S1

Masyarakat pun diajak menjadikan tertib di perlintasan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini