Kabar BUMN - PT Pembangunan Aceh (Perseroda) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tentang Kajian Bersama Pemanfaatan Pasokan Gas di Muraya Hotel, Banda Aceh, Aceh, Senin (19/1/2026).
Kesepakatan ini diproyeksikan menjadi landasan kuat bagi pengembangan industri hilir berbasis gas bumi, termasuk pemetaan kebutuhan infrastruktur dan identifikasi potensi industri yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah Aceh.
Direktur Pengembangan Bisnis PEMA Naufal Natsir Mahmud mengungkapkan, ruang lingkup kajian ini mencakup evaluasi potensi pasokan saat ini hingga proyeksi masa depan, termasuk pemanfaatan Blok Mubadala.
Baca Juga: Peringati Bulan K3 2026, ASDP Perkuat Budaya Keselamatan Kerja di Seluruh Lini Operasional
“Dalam upaya untuk membangkitkan roda ekonomi Aceh, dibutuhkan energi yang stabil. PEMA menyadari pentingnya mitra strategis seperti PGN untuk bersama-sama membangun ekosistem gas bumi yang menyeluruh di Aceh," ujar Naufal.
Terkait investasi, PEMA akan melakukan studi mendalam untuk menyusun tahapan pengembangan yang terukur (tier), mulai dari rencana jangka pendek hingga jangka panjang.
"Kami berharap, kerja sama ini dapat memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Aceh," tambahnya.
Baca Juga: Aviasi dan Pariwisata Rendah Karbon Jadi Prioritas, InJourney Bidik Reduksi Emisi 4.000 Ton CO2e
Ia pun memastikan bahwa sumber daya manusia (SDM) lokal akan diberikan ruang yang luas untuk terlibat dalam operasional bisnis ke depan.
Senada, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, memandang Aceh sebagai titik vital (key point) untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam Aceh bagi ketahanan energi nasional.
Kerja sama ini menggabungkan pemahaman lokal PEMA, mandat pembangunan daerah, serta kapabilitas nasional PGN di bidang pengelolaan gas bumi.
Baca Juga: Bangunan Sudah Siap Dipakai? Ini Cara Praktis Mengajukan Penyambungan Listrik Resmi Tanpa Ribet
PGN akan berfokus pada optimalisasi infrastruktur yang menghubungkan sumber pasokan dengan titik permintaan (demand), khususnya untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Lhokseumawe dan Aceh Besar.
"PGN melakukan pemetaan menyeluruh terhadap potensi pasokan gas, kebutuhan pengembangan infrastruktur, serta potensi demand yang akan dilayani, guna memastikan keterhubungan yang optimal antara sumber gas dan pusat demand di Aceh," jelas Mirza.
Artikel Terkait
PGN Pasok Gas Gumi ke Bumi Menara Internusa Lamongan
Konsistensi Rasa Bon Ami Surabaya Terjaga Berkat Pasokan Gas Bumi PGN yang Stabil dan Andal
Komitmen PGN Menjaga Keandalan Stasiun Gas Pagardewa, Titik Krusial Sistem Penyaluran Gas Bumi Sumatra - Jawa
Prouvé Patisserie Manfaatkan Gas Bumi PGN untuk Kualitas Hidangan Lebih Stabil
PGN LNG Indonesia Siap Regasifikasi 30 Kargo di Tahun 2026
Akhiri Pelaksanaan Satgas, Operasional PGN Aman dan Andal Selama Nataru 2025–2026