Kabar BUMN - PT PAL Indonesia memperkuat sinergi dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (BKI) melalui penandatanganan Strategic Charter, pada Kamis (5/2/2026).
Penandatanganan dilakukan saat berlangsungnya Forum Diskusi Strategis Industri Maritim yang digelar PT PAL Indonesia di Jakarta.
Sinergi ini sejalan dengan arahan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam pemenuhan armada nasional secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Baca Juga: Dorong Penyediaan Energi yang Lebih Bersih, PGN Optimasi BioCNG
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan, kerja sama PT PAL dengan Krakatau Steel dan BKI telah menghasilkan berbagai produk kapal yang memenuhi standar internasional, baik dari sisi desain, material, maupun keselamatan.
“Ini membuktikan industri nasional tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan armada dalam negeri, tetapi juga menghasilkan kapal berstandar internasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, penugasan pemesanan kapal dalam negeri melalui PT PAL perlu dimaknai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan industri sekaligus meningkatkan kualitas galangan nasional.
Baca Juga: UMKM Binaan Pertamina Curi Perhatian di INACRAFT 2026, Transaksi Tembus Rp10,4 Miliar
Dalam skema tersebut, PT PAL diposisikan bukan sebagai kompetitor, melainkan sebagai orkestrator yang mendistribusikan proyek serta mentransfer standar kualitas, teknologi, dan manajemen.
“Dengan begitu, galangan nasional dapat naik kelas dan memenuhi kebutuhan pasar domestik,” kata Kaharuddin.
Di sisi lain, Krakatau Steel menyatakan kesiapan mendukung penguatan industri perkapalan nasional tersebut dengan kapasitas produksi pelat baja nasional sekitar 1,5 juta ton per tahun.
Baca Juga: Modernisasi Pabrik Ammonia Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Menurut Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT Krakatau Steel, Hernowo, pembangunan kapal di dalam negeri memperkuat industri perkapalan, mendorong peningkatan kapabilitas industri baja nasional, serta mengurangi ketergantungan pada material impor.
“Pembangunan kapal di dalam negeri sekaligus menjadi pengungkit substitusi impor,” ujarnya.
Artikel Terkait
Dampingi Presiden, PT PAL Indonesia Dorong Kolaborasi Maritim Strategis dalam Forum Turkiye-Indonesia
Menuju 45 Tahun, PT PAL Perkuat Transportasi Laut Nasional Lewat Layanan MRO Berstandar Internasional
BRP Tarlac 601 Bersandar di Surabaya, PT PAL Indonesia Resmi Tangani Proyek MRO Kapal Perang Filipina Pertama
Semarak HUT ke-45, PT PAL Indonesia Tunjukkan Semangat Kolaborasi dan Transformasi
Menuju Kemandirian Maritim, PT DAK dan PT PAL Resmikan Kerja Sama
PT PAL Luncurkan Senjata Laser Portabel Pertama di Dunia untuk Kapal Perang Indonesia