Ekosistem Pembiayaan Terintegrasi BRI Group Dorong Hunian Layak dan Ekonomi Rakyat

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 15 Februari 2026 | 14:45 WIB
BRI Group turunkan bunga Mekaar 5% dan tingkatkan kuota FLPP 2025, dorong akses hunian MBR serta penguatan ekonomi rakyat secara inklusif. (Dok. BRI)
BRI Group turunkan bunga Mekaar 5% dan tingkatkan kuota FLPP 2025, dorong akses hunian MBR serta penguatan ekonomi rakyat secara inklusif. (Dok. BRI)

Baca Juga: Bangkit dari PHK, Rolly Bakery & Cookies Tembus Pasar Nasional hingga Malaysia Berkat Rumah BUMN BRI

Langkah ini selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta pada Jumat (13/2). Presiden menegaskan bahwa strategi nasional Indonesia Incorporated mendorong kolaborasi antara pemerintah dan seluruh pelaku usaha.

“Saya namakan strategi saya adalah Indonesia Incorporated. Yang besar, yang kuat, yang menengah, yang kecil, yang kurang, semua bekerja sama. Yang besar maju tarik yang kurang kuat. Yang kuat tarik yang lemah,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menegaskan bahwa konsep tersebut bertujuan membangun fondasi ekonomi nasional yang saling menopang agar pertumbuhan dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Pemred Media Nasional Tinjau Teknologi Integrated Terminal Plumpang Pertamina, Pastikan Kualitas BBM Terjaga

Di sektor perumahan, BRI memperluas akses hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP). Pada 2025, kuota FLPP BRI meningkat dari 32.000 unit menjadi 60.000 unit atau hampir tumbuh 100 persen secara tahunan.

Hingga 11 Februari 2025, BRI telah menyalurkan FLPP untuk 3.174 unit rumah dan menjadi salah satu bank dengan penyaluran FLPP tertinggi secara nasional.

Sementara itu, pembiayaan KPP juga diperkuat sebagai fasilitas investasi dan modal kerja bersubsidi pemerintah yang menggerakkan sektor bahan bangunan dan konstruksi serta UMKM.

Baca Juga: 5 Aspek yang Harus Diperhatikan Ketika Terbang Selama Bulan Puasa

Pada 2026, BRI telah menyerap kuota KPP sebesar Rp2,30 triliun kepada 17.443 debitur atau 28,75 persen dari target Rp8 triliun tahun ini, dengan kontribusi sekitar 52,2 persen dari total penyaluran nasional.

BRI menegaskan komitmennya sebagai enabler pembangunan nasional. “Mengingat backlog kepemilikan rumah yang masih mencapai 32,3 juta menjadi tantangan bersama yang perlu ditangani secara kolaboratif."

"Oleh karena itu, BRI terus memperluas akses pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mengintegrasikannya dengan penguatan ekonomi keluarga agar kesejahteraan masyarakat dapat terjaga dalam jangka panjang,” ucap Riko.

Baca Juga: BNI Resmikan Kembali Emerald Center Central Park, Perkuat Layanan Wealth Management Premium

Pada kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi langkah BRI dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui pembiayaan terjangkau.

“Terima kasih BRI. Presiden Prabowo tentu sangat senang, karena dia menginginkan setiap kebijakan benar-benar berbuah baik bagi rakyat. Terlebih, penurunan suku bunga dari BRI Group ini adalah jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini