"Kami percaya sorgum dapat menjadi alternatif strategis biomassa. Bahkan, ini berpotensi menjadi game changer dalam pengembangan biomassa untuk co-firing batubara," ungkap Eri.
Baca Juga: Sesuai Perjanjian, WSBP Laksanakan Pembayaran CFADS Tahap VII Sebesar Rp109 Miliar
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menekankan pentingnya percepatan penyusunan rencana bisnis guna menjamin keberlanjutan proyek, termasuk dari sisi keekonomian dan skala implementasi.
Ia juga menyebutkan bahwa program ini mendapat dukungan kuat dari sejumlah kementerian, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian Desa, serta Kementerian Koperasi.
“Dengan dukungan ekosistem yang kuat dan kolaborasi multipihak, kami optimistis pengembangan sorgum dapat menjadi solusi strategis dalam memperkuat bauran energi sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujar Hokkop.
Pengembangan sorgum sebagai biomassa tidak hanya berfokus pada penyediaan energi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian energi, keberlanjutan, serta memperkuat fondasi transisi energi Indonesia menuju masa depan yang lebih tangguh.***
Artikel Terkait
PLN EPI Hadirkan Penataan UMKM dan Fasilitas Umum di Pantai Viral Lombok
UMKM Pantai Bagek Kembar Didorong Lebih Siap Jualan, PLN EPI Turun Tangan
PLN EPI Gandeng Kemendesa PDT, Genjot Biomassa untuk Kejar Target NZE
FID Resmi Diperoleh, PLN EPI Amankan Pasokan Gas 111 MMSCFD dari Lapangan Mako
YBM PLN EPI Salurkan 300 Bingkisan Lebaran untuk Warga Kuningan Timur