PLN EPI Gandeng Kemendesa PDT, Genjot Biomassa untuk Kejar Target NZE

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 27 Februari 2026 | 08:00 WIB
PLN EPI dan Kemendesa kolaborasi pasok 3,65 juta ton biomassa ke 52 PLTU, dorong NZE dan ekonomi desa. (Dok. PLN EPI)
PLN EPI dan Kemendesa kolaborasi pasok 3,65 juta ton biomassa ke 52 PLTU, dorong NZE dan ekonomi desa. (Dok. PLN EPI)

Kabar BUMN - Direktorat Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjalin kolaborasi strategis dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) untuk mempercepat pencapaian target Net Zero Emission (NZE) melalui program cofiring biomassa pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kemendesa PDT.

Pertemuan itu dihadiri oleh Wakil Menteri Desa dan PDT Republik Indonesia Ahmad Riza Patria, Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir, serta jajaran dari kedua institusi.

Baca Juga: PT Jaminan Kredit Indonesia Gelar Safari Ramadan, Salurkan Ribuan Paket Sembako dan Santunan di 11 Daerah

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengungkapkan bahwa pada tahun ini PLN EPI ditargetkan mampu menyuplai 3,65 juta ton biomassa ke 52 PLTU PLN yang tersebar di seluruh Indonesia.

Angka ini melonjak signifikan dibandingkan realisasi pasokan tahun 2025 yang mencapai 2,4 juta ton.

“Target ini tentu membutuhkan kolaborasi multipihak. Kami meyakini desa memegang peran kunci karena sumber biomassa tersebar di wilayah pedesaan, baik dari limbah industri kayu, sekam padi, maupun residu pertanian lainnya,” ujar Hokkop.

Baca Juga: Jelang Idulfitri Sudah Ada Arahan WFA, Ini Tips Agar Lancar Menyelesaikan Tugas di Masa Liburan

Ia menegaskan, pengembangan biomassa tidak hanya memberikan dampak lingkungan melalui penurunan emisi karbon, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di desa.

Proses pengumpulan, pengolahan, hingga distribusi biomassa ke lokasi pengumpulan maupun PLTU akan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha lokal.

“Oleh karena itu, dukungan Kemendesa sangat strategis. Desa adalah ujung tombak pengembangan biomassa dan bioenergi.

Baca Juga: BNI Ingatkan Bahaya Phishing Jelang Lebaran, THR Jadi Sasaran Empuk Kejahatan Siber

"Limbah perkebunan, pertanian yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Sinergi ini diharapkan menghadirkan manfaat ganda: memastikan pasokan biomassa ke PLTU PLN terpenuhi guna menekan emisi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui keterlibatan dalam rantai pasok biomassa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini