Pendekatan hub terintegrasi di Kalimantan Timur dapat mendorong pengembangan dan pengelolaan rantai pasok serta penerapan sistem transportasi efisien untuk pengumpulan, pengolahan, dan distribusi.
Baca Juga: PTBA Dorong Transformasi Penambangan Tanpa Izin Jadi Penggerak Ekonomi Desa
“Model ini akan meningkatkan nilai tambah (economic upscale), memperkuat ketahanan pasokan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor, serta membuka peluang ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” imbuh Rudy.
Melalui kerja sama ini, PLN EPI dan Kalimantan Powerindo akan menjajaki pengembangan biomass hub di Kalimantan Timur, termasuk pemanfaatan berbagai jenis bahan baku seperti cangkang sawit (palm kernel shell/PKS), empty fruit bunch (EFB), biomassa kayu, hingga bioCNG.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan untuk program cofiring PLTU, tetapi juga menjadi model pengembangan bioenergi terintegrasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.***
Artikel Terkait
UMKM Pantai Bagek Kembar Didorong Lebih Siap Jualan, PLN EPI Turun Tangan
PLN EPI Gandeng Kemendesa PDT, Genjot Biomassa untuk Kejar Target NZE
FID Resmi Diperoleh, PLN EPI Amankan Pasokan Gas 111 MMSCFD dari Lapangan Mako
YBM PLN EPI Salurkan 300 Bingkisan Lebaran untuk Warga Kuningan Timur
PLN EPI Gandeng Mitra Kembangkan Sorgum Jadi Energi Biomassa, Bidik Masa Depan Listrik Berkelanjutan
PLN EPI Dorong Gaya Hidup Sehat Karyawan Lewat Program DYNAMIC Pasca Lebaran