Kabar BUMN - Perkembangan kota besar di Indonesia semakin menuntut solusi hunian yang efisien dan terintegrasi dengan transportasi publik.
Dalam menjawab tantangan tersebut, PT Bank Tabungan Negara (BTN) bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai menggarap proyek hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan tempat tinggal yang lebih dekat dengan pusat mobilitas masyarakat.
Baca Juga: Hemat Bayar Internet & TV Kabel! Cashback 10% dari BRImo, Ini Cara Klaimnya
Konsep hunian dekat stasiun ini dipandang sebagai solusi jangka panjang atas keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.
Selain itu, perubahan pola hidup masyarakat yang semakin bergantung pada transportasi umum turut mendorong percepatan pengembangan proyek ini.
Fokus Awal Pembangunan: Lima Tower di Kawasan Stasiun Strategis
Baca Juga: Distribusi LPG ke Daerah Sulit Dijangkau, Pertamina Patra Niaga Kerahkan Kapal MT Gas Attaka
Pada tahap awal, BTN menargetkan pembangunan sedikitnya lima tower hunian vertikal. Beberapa lokasi yang sudah masuk rencana pengembangan berada di kawasan stasiun padat aktivitas seperti Stasiun Senen, Manggarai, dan Tanah Abang di Jakarta.
Tidak hanya berhenti di ibu kota, ekspansi proyek ini juga disiapkan ke sejumlah kota besar lain seperti Bandung, Semarang, hingga Surabaya.
Langkah ini menunjukkan arah pengembangan hunian yang lebih luas dan terintegrasi dengan jaringan transportasi nasional.
Baca Juga: Tidak Cukup Sehari, Wisata ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih Harus Lebih dari Itu Agar Puas
Hunian Terintegrasi Transportasi Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu alasan utama pengembangan hunian di sekitar stasiun adalah tingginya minat masyarakat terhadap akses transportasi yang mudah. Hunian yang terhubung langsung dengan stasiun dinilai mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus efisiensi mobilitas harian.
Sebaliknya, properti yang jauh dari akses transportasi cenderung kurang diminati. Karena itu, konsep TOD dianggap mampu menjadi solusi untuk meningkatkan daya tarik hunian di kawasan perkotaan yang padat.
Baca Juga: Tidak Cukup Sehari, Wisata ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih Harus Lebih dari Itu Agar PuasJawaban atas Keterbatasan Lahan Perkotaan
Pertumbuhan penduduk di kota besar tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan yang memadai. Kondisi ini membuat pengembangan rumah tapak semakin sulit dilakukan, terutama di wilayah metropolitan seperti Jakarta.
Hunian vertikal menjadi alternatif yang semakin relevan dalam situasi tersebut. Dengan konsep ini, penggunaan lahan bisa lebih efisien tanpa harus mengorbankan kebutuhan tempat tinggal masyarakat yang terus meningkat.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Long Weekend Paskah Picu Lonjakan Penumpang, KAI Layani 826 Ribu Lebih dengan Okupansi Tinggi
KAI Services Buka Pelatihan Gada Pratama dan Gada Madya, Siapkan Satpam Profesional dan Humanis
Menteri PKP dan KAI Siapkan Hunian TOD di Kiaracondong untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Akses Mudah & Biaya Hemat, KAI Rancang Kawasan Hunian TOD di Sekitar Kiaracondong
KAI Hadir di Job Fair Undip 2026 pada 15-16 April 2026, Buka Peluang Karier untuk Talenta Muda