KAI dan Pemerintah Percepat Penanganan Perlintasan Sebidang, 172 Titik Berisiko Segera Ditutup

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 7 Mei 2026 | 13:00 WIB
Penutupan perlintasan sebidang wujud nyata komitmen KAI dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan selamat. (DOK. KAI)
Penutupan perlintasan sebidang wujud nyata komitmen KAI dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan selamat. (DOK. KAI)

Ia menambahkan, penanganan perlintasan sebidang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak secara kolektif, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator, hingga masyarakat.

Baca Juga: Komitmen Kualitas Global, Pertamina Internasional EP Kantongi ISO 29001:2020

Upaya tersebut harus dilakukan secara komprehensif melalui penutupan perlintasan berisiko tinggi, peningkatan sistem keselamatan, hingga pembangunan perlintasan tidak sebidang dalam jangka panjang.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut pertemuan ini menjadi momentum awal percepatan langkah konkret di lapangan sekaligus refleksi atas berbagai kejadian kecelakaan yang terjadi sebelumnya.

“Kami menyampaikan duka cita atas kejadian pada 27 April 2026. Terdapat 16 korban meninggal dunia dan 17 pelanggan masih dalam perawatan, dengan kondisi yang terus membaik. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab keselamatan ada pada kita semua,” ujar Bobby.

Baca Juga: Pantai Porok di Gunungkidul, Hidden Gem Sepi dengan Pemandangan Laut yang Menenangkan

Menurut Bobby, langkah penanganan akan difokuskan pada percepatan aksi lapangan, termasuk penutupan 172 perlintasan yang telah teridentifikasi berisiko tinggi serta peningkatan penjagaan di ratusan titik lainnya.

“Pengalaman menunjukkan bahwa penjagaan perlintasan mampu menekan risiko kecelakaan secara signifikan.

"Karena itu, langkah penjagaan, penguatan pengawasan, serta pemanfaatan teknologi harus dijalankan secara bersamaan,” lanjutnya.

Baca Juga: BRI Tanam Terumbu Karang di Sabang, Pulihkan Ekosistem Wisata Laut Aceh

Selain memperkuat pengawasan, KAI juga akan meningkatkan penerapan teknologi keselamatan melalui pemanfaatan sistem berbasis komunikasi, GPS, hingga pengembangan sistem otomatisasi guna mendukung pengendalian operasional yang lebih responsif terhadap potensi risiko.

Melalui kick off meeting ini, seluruh pihak menyepakati penguatan kolaborasi dalam penanganan perlintasan sebidang, termasuk percepatan penutupan titik rawan, peningkatan fasilitas keselamatan, serta penguatan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat.

Komitmen tersebut menjadi tindak lanjut sinergi antar lembaga dalam peningkatan keselamatan perlintasan sebidang yang telah dibangun sebelumnya.

Baca Juga: Promo Tambah Daya PLN Laris Manis, Lebih dari 116 Ribu Pelanggan Manfaatkan Diskon 50%

Masing-masing pihak akan menjalankan peran sesuai kewenangannya, mulai dari penguatan regulasi, dukungan pendanaan, hingga implementasi teknis di lapangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: kai.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini