Sistem Kelistrikan Sudah Pulih 100 Persen, PLN Ungkap Penyebab Listrik di Sumbar Padam 2 Hari

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 24 Mei 2026 | 16:00 WIB
Ilustrasi - Listrik di Sumatera Barat kembali normal usai padam dua hari. PLN ungkap penyebab defisit daya hingga 240 MW dan kebutuhan pembangkit baru. (magnific)
Ilustrasi - Listrik di Sumatera Barat kembali normal usai padam dua hari. PLN ungkap penyebab defisit daya hingga 240 MW dan kebutuhan pembangkit baru. (magnific)

 

Kabar BUMN - Masyarakat di Sumatera Barat akhirnya bisa kembali bernapas lega setelah pemadaman listrik yang terjadi selama dua hari terakhir dinyatakan selesai.

Gangguan yang sempat mengganggu aktivitas warga di sejumlah wilayah itu kini telah berhasil dipulihkan sepenuhnya.

Proses normalisasi dilakukan secara bertahap oleh pihak PLN hingga sistem kelistrikan kembali stabil pada Minggu, 24 Mei 2026.

Baca Juga: Tips Mengolah Jeroan Kambing Kurban agar Tidak Bau Prengus dan Lebih Nikmat Disantap

Sistem Kelistrikan Sudah Pulih 100 Persen

PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di wilayah Sumatera Barat telah kembali normal. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar, Arjun Karim, menyampaikan bahwa sistem kelistrikan berhasil dinormalkan pada pukul 05.11 WIB.

“Alhamdulillah sistem kelistrikan di Sumbar pagi tadi sudah bisa menyala 100 persen,” ujar Arjun pada Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, proses pemulihan dilakukan sejak munculnya gangguan akibat keterbatasan daya pembangkit. Meski upaya perbaikan dilakukan secara maksimal, PLN tetap menerapkan tahapan pemulihan sesuai prosedur demi menjaga keamanan sistem.

Baca Juga: Menko AHY Apresiasi Transformasi PT PAL Indonesia Menuju Industri Maritim Berkelas Dunia

Penyebab Pemadaman Ternyata Karena Kekurangan Daya

PLN mengungkap bahwa pemadaman listrik yang terjadi dalam dua hari terakhir dipicu oleh meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat di Sumatera Barat. Sayangnya, lonjakan kebutuhan tersebut tidak sebanding dengan kapasitas pembangkit yang tersedia.

Arjun menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Sumbar mengalami defisit pasokan hingga ratusan megawatt.

Baca Juga: Iklim Investasi Positif, ITDC Percepat Pengembangan The Mandalika Jadi Kawasan Wisata Kelas Dunia

“Yang terjadi itu, kekurangan pasokan daya pembangkit. Sistem Sumbar kurang 240 MW, beban puncak 680 MW cuman ada 440 MW,” jelasnya pada Sabtu (23/5/2026).

Kondisi tersebut menyebabkan pasokan listrik tidak mampu memenuhi beban puncak yang terus meningkat, sehingga pemadaman tidak dapat dihindari.

Pemulihan Dilakukan Bertahap Selama Dua Hari

Baca Juga: 4 Candi di Jawa Barat, Masih Kalah Populer dari Candi Lain di Pulau Jawa, Tapi Tidak Kalah Kuno dan Eksotik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Sumber: Kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini