Lamanya pemadaman di sejumlah daerah bukan tanpa alasan. PLN menyebut pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan karena harus mengikuti prosedur teknis yang diterapkan secara bertahap.
Arjun mengatakan pihaknya sudah berupaya maksimal sejak awal gangguan terjadi. Namun, proses pengaktifan kembali sistem listrik harus dilakukan secara hati-hati agar tidak memicu gangguan lanjutan pada jaringan kelistrikan.
Beberapa poin penting terkait gangguan listrik di Sumbar:
- Pemadaman berlangsung selama dua hari di sejumlah wilayah Sumatera Barat
- Sistem listrik kembali normal pada Minggu (24/5/2026) pukul 05.11 WIB
- Penyebab utama berasal dari kekurangan daya pembangkit sekitar 240 MW
- Beban puncak listrik mencapai 680 MW, sementara pasokan hanya sekitar 440 MW
- Pemulihan dilakukan bertahap sesuai prosedur operasional PLN
Baca Juga: Dampak Inovasi dan Modernisasi Layanan, Penumpang KAI Naik Tajam
Sumbar Dinilai Butuh Tambahan Pembangkit
PLN juga menilai Sumatera Barat membutuhkan tambahan pembangkit listrik baru agar kejadian serupa tidak terus berulang. Menurut Arjun, kebutuhan tersebut telah masuk dalam rencana pengembangan kelistrikan nasional melalui RUPTL 2025–2034.
“Kalau tidak, Sumbar tetap mengandalkan pembangkit di Sumbagsel yang kondisinya juga sedang banyak melakukan pemeliharaan,” pungkasnya.
Ketergantungan pada pasokan listrik dari wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) disebut menjadi tantangan tersendiri, terutama saat sejumlah pembangkit sedang menjalani masa pemeliharaan. ***
Artikel Terkait
PLN EPI Kerja Sama dengan Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum di Gorontalo
Tetap Tumbuh di Tengah Dinamika Global, Pendapatan PLN Capai Rp582,68 Triliun
Panduan Lengkap Biaya Pasang Listrik Baru PLN, Cek Tarif dari 450 VA hingga 3.500 VA
PLN Resmikan SPKLU ke-5.000, Pengisian Daya Kendaraan Listrik Kini Semakin Praktis
PLN Update Progres Pemulihan Kelistrikan di Sumatra, Petugas Siaga 24 Jam