“Yang paling penting adalah safety. Jangan sampai saat melakukan pertolongan justru menjadi korban. Relawan harus memiliki bekal dasar dan terus meningkatkan kompetensi melalui latihan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga: Daerah di Jepang yang Paling Jarang Dikunjungi Turis, Biaya Hidupnya Juga Lebih Murah
Salah satu peserta volunteer dari PT DAK, Wendra, mengaku antusias mengikuti pembekalan tersebut.
Berbekal pengalaman di bidang kesehatan, ia ingin memperdalam kemampuan dalam penanganan kegawatdaruratan dan misi kemanusiaan.
“Bagi saya ini pengalaman baru yang sangat penting. Kita tidak berharap ada bencana, tetapi kalau suatu saat terjadi kita harus siap dan memiliki ilmu. Masuk dalam tim ini saja sudah menjadi kebanggaan,” katanya.
Baca Juga: Dorong Transformasi Wisata, InJourney dan TMII Raih Pengakuan Internasional di Envision 2026
Melalui pembekalan ini, PT TIMAH berharap dapat membangun tim tanggap darurat yang lebih kuat, profesional, dan mampu memberikan respons cepat dalam mendukung misi kemanusiaan maupun penanganan keadaan darurat di masa mendatang.***
Artikel Terkait
PT TIMAH Salurkan 281 Hewan Kurban pada Idul Adha 2026, Kepala Daerah Beri Apresiasi
Hari Lahir Pancasila Diperingati Serentak, PT TIMAH Dorong Pengamalan Nilai Persatuan
PT TIMAH Resmikan Klinik Timah Kundur, Perluas Akses Layanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan
Melalui Program Sosial, PT TIMAH Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pengobatan
Seleksi Beasiswa Kelas PT TIMAH Masuki Tahap Tes Kesehatan, 36 Peserta Ikut Pemeriksaan